Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konflik Puncak Memanas! Gubernur Papua Tengah Bentuk Tim Darurat Tangani Korban Sipil

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konflik Puncak Memanas! Gubernur Papua Tengah Bentuk Tim Darurat Tangani Korban Sipil Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley dan Danrem173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen TNI Vivin Alivianto saat ditemui awak media di Bandara Nabire, Jumat (17/4).

Nabire - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyiapkan tim terpadu tanggap darurat untuk menangani dan mendata warga sipil yang jadi korban penembakan di Kabupaten Puncak, sebagai upaya percepatan penanganan kemanusiaan di wilayah tersebut.

“Dalam satu dua hari ini kita bentuk tim terpadu tanggap darurat bersama dari Pemkab Puncak dan Puncak Jaya untuk menangani korban,” ujar Meki saat ditemui di Bandara Nabire usai mengunjungi para korban penembakan, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, akibat akibat konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan OPM telah menimbulkan adanya korban sipil di Kabupaten Puncak yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya.

Pemerintah provinsi saat ini telah melakukan pendataan korban secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.

Dukungan logistik juga turut disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk penambahan tenda darurat bagi pengungsi yang masih terbatas.

Selain membentuk tim darurat, Pemprov Papua Tengah juga memastikan penanganan medis bagi korban menjadi prioritas utama, termasuk pembiayaan pengobatan hingga sembuh.

“Kami sudah mengunjungi langsung korban, termasuk empat anak-anak yang terkena peluru. Pemprov akan menanggung seluruh biaya pengobatan sampai sembuh, satu anak sudah diterbangkan ke Jayapura untuk mendapat pengobatan,” katanya.

Selain penanganan medis, pihaknya juga berkomitmen menjamin pendidikan anak-anak korban konflik, termasuk mereka yang kehilangan orang tua.

Dalam upaya jangka panjang, Pemprov Papua Tengah juga mendorong pendekatan dialog dan komunikasi sebagai solusi penyelesaian konflik bersenjata di Papua Tengah.

“Kita harus mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis agar pelan-pelan dapat menciptakan kedamaian,” ujarnya.

Ia juga meminta konflik bersenjata antara TNI-Polri dan OPM untuk tidak mengorbankan masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Kami mengutuk tindakan yang tidak presisi, di mana anak-anak dan perempuan menjadi korban,” katanya.

Sebelumnya, insiden kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak diwarnai saling klaim antara aparat keamanan dan OPM.

Pihak TNI menyebut tiga warga sipil, terdiri atas satu perempuan dan dua anak-anak, mengalami luka akibat penembakan yang diduga dilakukan OPM di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak pada Rabu (15/4).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.