• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Wamenekraf Dorong Penguata...

Wamenekraf Dorong Penguatan IP Lokal Hadapi Perkembangan Zaman

Kamis, 16 Apr 2026, 22:39 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar menyoroti penguatan Intellectual Property (IP) lokal dalam menghadapi perkembangan zaman.

Menurut Menekraf Irene, kunci memenangkan persaingan global terletak pada peremajaan ide dan pemanfaatan kearifan lokal sebagai source code yang harus terus berevolusi agar tetap menjadi gaya hidup yang relevan.

Ket. Foto: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyambangi Bakpia Pathok 25 dan Dagadu, Yogyakarta, Selasa (14/4). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Kuncinya adalah terus berevolusi melalui pengembangan hak kekayaan intelektual ke berbagai lini industri, sehingga sebuah jenama memiliki daya tawar yang jauh lebih tinggi dan keberlanjutan bisnis yang kuat di tengah gempuran zaman,” ujar Wamenekraf Irene dalam keterangan resminya yang diterima, Kamis (16/4).

Dalam hal ini, Wamenekraf Irene mendorong penguatan IP lokal Bakpia Pathok 25 serta Dagadu sebagai jenama yang sudah melintasi zaman.

Bakpia Pathok 25 selaku pionir kuliner legendaris sejak 1948 dan Dagadu Jogja sebagai jenama fesyen ikonik sejak 1994 telah menjadi ikon wajib bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Wemenekraf Irene menyoroti gerai jenama Dagadu Alun-Alun Utara sebagai ikon lokal dalam keberhasilannya menjaga relevansi selama 30 tahun melalui kekuatan narasi budaya yang dikemas secara modern.

“IP yang kuat adalah source code yang membuat kita menang di kancah global, di mana Dagadu telah membuktikan bahwa desain autentik yang berangkat dari hati tetap bisa relevan dan modern,” tutur dia.

Wamenekraf juga menyoroti kekuatan jenama Bakpia Pathok 25 terletak pada konsistensi menjaga warisan dan eksklusivitas rasa, sekaligus mendorong transformasinya menjadi entitas IP yang kolaboratif.

Dengan mengintegrasikan narasi sejarah Yogyakarta ke dalam desain kemasan artistik dan strategi digital, produk ini tidak lagi sekadar komoditas pangan, melainkan media romansa budaya yang relevan bagi generasi muda.

“Pangan lokal ini adalah sekeping kenangan autentik khas Jogja yang tak boleh kehilangan jati dirinya meski diproduksi dalam jumlah besar. Lewat sinergi kreatif, mereka dapat merawat gairah tradisi agar terus berlanjut dan memikat hati masyarakat masa kini,” ujarnya.

Wamenekraf Irene dalam kunjungannya ke dua jenama lokal khas Yogyakarta tersebut bertujuan agar kedua identitas lokal tersebut tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri aslinya.

Menurut dia, Yogyakarta adalah gudangnya kreativitas, dan dua jenama ini Bakpia Pathok 25 serta Dagadu, merupakan pilar yang membuktikan bahwa produk lokal bisa bertahan melintasi dekade.

“Namun, tantangan ke depan bukan hanya soal produksi, melainkan bagaimana mengelola kekayaan intelektual atau IP agar tetap relevan dan memiliki nilai tambah di pasar global yang semakin dinamis,” kata dia.

Lebih lanjut, Wamenekraf Irene berharap kesuksesan Bakpia Pathok 25 dan Dagadu dapat menjadi inspirasi bagi pelaku ekraf muda di Yogyakarta untuk lebih berani dalam membangun dan mematenkan kekayaan intelektual mereka sejak dini. Ant

  • Wamenekraf

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.