- Home
-
- Luar Negeri
-
- Negosiasi 'Buntu' di Islam...
Negosiasi 'Buntu' di Islamabad, Trump Tantang Iran: Tak Ada Nuklir atau Tak Ada Kesepakatan
Selasa, 14 Apr 2026, 17:58 WIBWASHINGTON -Â Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah drastis dengan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz mulai Senin (13/4), menyusul kebuntuan dalam perundingan nuklir dengan Iran di Islamabad, Pakistan.Â
Meski delegasi kedua negara sempat menyepakati sejumlah poin awal, isu pengembangan senjata nuklir Teheran tetap menjadi tembok besar yang menghalangi tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
"Saya pikir mereka akan menyetujuinya. Saya hampir yakin. Bahkan saya yakin. Jika mereka tidak setuju, tidak akan ada kesepakatan. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump pada Senin (13/4).
Ia memuji Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin tim negosiasi termasuk Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, dalam perundingan yang dimediasi Pakistan tersebut.
"Yah, dia (Vance) telah melakukan pekerjaan yang baik, begitu pula Steve dan Jared, mereka semua melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Kami telah dipanggil oleh pihak lain (Iran). Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," kata Trump, ketika ditanya apakah ia akan kembali mengirim Vance untuk kemungkinan pembicaraan lanjutan dengan Teheran.
Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4), setelah Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Teheran dan Washington.
Namun, Perundingan Islamabad -Â yang dianggap sebagai pertemuan paling bersejarah sejak AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 1979 - gagal menghasilkan kesepakatan untuk meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menyusul gagalnya perundingan tersebut, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz mulai Senin pukul 14:00 GMTÂ (21:00 WIB).
Menurut Trump, langkah itu bertujuan membuka kembali Selat Hormuz guna menurunkan harga minyak bumi secara global dan menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Di lain pihak, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut blokade AS sebagai aksi balas dendam terhadap ekonomi global.
- donald trump
- program nuklir iran
- harga minyak dunia
- selat hormuz
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Selat Hormuz Mulai Pulih, Arus Minyak Dunia Kembali Normal
-
AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome
-
Selat Hormuz Macet, Perusahaan Pelayaran Kini Banting Setir ke Jalur Darat
-
Harga Minyak Dunia Masih Datar Setelah Trump Umumkan akan Mengawal Kapal-kapal di Selat Hormuz
-
Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
-
Inggris Kirim Kapal Tempur ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Belum Bersahabat, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.