Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disperindag Mimika Menyatakan Stok LPG untuk Kebutuhan hingga Akhir April

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 13:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disperindag Mimika Menyatakan Stok LPG untuk Kebutuhan hingga Akhir April Doc: ANTARA
Ket. Kepala Disperindag Mimika Sabelina Fitriani.

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyebut stok atau persediaan bahan bakar LPG saat ini masih cukup aman untuk kebutuhan hingga akhir April 2026.

Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, di Timika, Selasa (14/4), mengatakan sebanyak 4.000 tabung LPG ukuran 12 kilogram (kg) dan 50 kg sudah tiba di Timika. Selanjutnya, pada 25 April nanti kapal pengangkut LPG dari Makassar akan kembali tiba di Pelabuhan Pomako, Timika.

"Stok yang ada sebanyak 4.000 tabung LPG yang sudah tersedia di Timika bisa mencukupi hingga akhir bulan. Nanti akan ada pasokan lagi pada 25 April," kata Sabelina.

Menyikapi keterbatasan persediaan LPG di Timika, Sabelina mengimbau konsumen untuk bijak membeli bahan bakar tersebut yaitu tidak membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan stok di rumah.

Disperindag melarang warga atau tempat usaha menimbun LPG untuk kepentingan mencari keuntungan dengan menjual kembali dengan harga lebih mahal.

"Masyarakat jangan membeli LPG untuk stok di rumah atau sengaja membeli dalam jumlah banyak lalu menjual kembali. Kami akan awasi ketat penjualan LPG ini," kata Sabelina.

Disperindag Mimika segera menerbitkan surat edaran kepada para pelaku usaha setempat seperti warung dan restoran agar wajib menggunakan LPG ukuran 50 kg. Sementara LPG ukuran 12 kg dikhususkan untuk melayani kebutuhan rumah tangga sehingga bisa mencukupi kebutuhan warga.

Menurut Sabelina, saat ini stok LPG ukuran 50 kg di Timika masih tersedia cukup banyak, namun untuk ukuran 12 kg stok sangat terbatas.

"Kami memastikan saat ini belum terjadi kelangkaan bahan bakar LPG di Timika,. Kami imbau masyarakat jangan panik. Harga bahan bakar LPG di tingkat distributor juga belum ada kenaikan," kata Sabelina.

Bahan bakar LPG yang tersedia di Timika saat ini dipasok dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Disperindag Mimika meminta PT Pertamina (Persero) mencari alternatif pasokan LPG dari daerah lain seperti dari Pulau Jawa, mengingat stok LPG yang tersedia di Makassar digunakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh Pulau Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Luar Negeri
UE Guyur Greenland Investas...
Nasional
Bapanas Tambah 150 Ribu Ton...
Luar Negeri
Qatar Terus Berupaya Satuka...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.