Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Langit Natuna Memerah, Asap Kebakaran Lahan Makin Tebal Akibat El Nino

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 12:01 WIB | Oleh:
Langit Natuna Memerah, Asap Kebakaran Lahan Makin Tebal Akibat El Nino Doc: Antara Foto
Ket. Tim gabungan saat memadamkan api di Natuna,

Langit di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memerah dalam beberapa pekan terakhir Maret hingga awal April 2026. Asap yang semula tipis perlahan menebal, menyelimuti kawasan hutan dan lahan yang mengering akibat panjangnya hari tanpa hujan akibat fenomena El nino.

Vegetasi yang kehilangan kelembapan berubah menjadi bahan bakar alami yang mudah tersulut api. Dalam situasi itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir muncul di semua titik,  menjalar cepat hingga meluas.

Kebakaran awal terluas terjadi di Kecamatan Bunguran Timur Laut, pada Ahad (23/3) malam. Sekitar 50 hektare lahan dilaporkan hangus. Api bergerak cepat, melompat dari semak ke pepohonan, membesar dalam waktu singkat.

Malam itu, tim gabungan berjibaku selama lebih dari tiga jam. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama aparat kepolisian berusaha menahan amukan api dengan peralatan seadanya.

Mobil pemadam hanya bisa menjangkau titik tertentu. Selebihnya, petugas harus berjalan kaki, menembus asap dan panas, memukul api menggunakan ranting dan dahan. Cara sederhana itu menjadi satu-satunya pilihan di tengah keterbatasan.

“Tidak ada hambatan berarti, tetapi dampaknya memang luas,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Natuna, Syawal.

Hari-hari berikutnya menjadi semakin berat. Titik api bermunculan di wilayah lain antara Kecamatan Bunguran Batubi, Bunguran Utara hingga Bunguran Barat. Angin kencang dan suhu tinggi mempercepat penyebaran. Api merambat masuk ke hutan yang lebih dalam wilayah yang sulit dijangkau kendaraan maupun personel darat.

Medan terjal, jarak tempuh yang panjang, serta sumber air minim membuat upaya pemadaman menjadi pertaruhan fisik dan mental. Petugas harus berjalan berjam-jam, membawa peralatan di tengah kepungan asap yang mengaburkan pandangan.

Luas area terdampak pun terus bertambah hingga mencapai ratusan hektare. Asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Jalanan tertutup kabut asap, sementara kualitas udara turun dan berisiko bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Natuna mengambil langkah tegas. Status penanganan bencana ditingkatkan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat, berlaku mulai 26 Maret hingga 1 April.

Keputusan ini guna membuka ruang koordinasi lebih luas sekaligus menjadi dasar untuk meminta dukungan pemerintah pusat. Langkah tersebut terbukti tepat. Kebakaran yang telah masuk ke kawasan hutan dalam tidak lagi bisa diatasi hanya dengan kemampuan daerah. Dibutuhkan intervensi yang lebih besar dan cepat.

Permohonan bantuan diajukan untuk pelaksanaan operasi pemadaman dari udara melalui water bombing serta modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan.

Respons datang tidak lama kemudian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk water bombing dan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca.

Titik balik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Daerah
Festival Hudoq Pekayang 202...

Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kualitas Udara Palembang Ma...
Daerah
Pascagempa, Jam Belajar Sis...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.