Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manggala Agni Kerahkan Upaya Pemadaman Karhutla di OKI, Muba, Muara Enim, dan Ogan Ilir.

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 09:35 WIB | Oleh:
Manggala Agni Kerahkan Upaya Pemadaman Karhutla di OKI, Muba, Muara Enim, dan Ogan Ilir. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Manggala Agni memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan memfokuskan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, dan Ogan Ilir.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto di Palembang, Senin, mengatakan OKI menjadi prioritas utama penanganan karena kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah yang menghasilkan asap dalam jumlah besar.

"Posisinya kalau di Manggala Agni sendiri, saat ini tetap fokus di OKI. OKI itu ada di Sungai Menang, kemudian di Cengal, kemudian ada di Pangkalan Lampam. Hampir semuanya itu masih dilakukan pemadaman dan produksi asap besar ada di situ semua," katanya.

Selain OKI, pemadaman juga dilakukan di Kabupaten Muba dan Muara Enim, terutama di sekitar Gelumbang yang memiliki luas kebakaran cukup besar.

Di Kabupaten Ogan Ilir, petugas diprioritaskan untuk mengantisipasi kebakaran di sekitar jalan tol dan jalan lintas.

Untuk memperkuat penanganan karhutla, pihaknya menambah personel Manggala Agni dari Riau dan Jambi yang sebelumnya berjumlah 254 menjadi 345 orang. Penambahan personel masih dimungkinkan apabila skala kebakaran semakin meluas.

Dalam menjalankan tugas pemadaman, Manggala Agni menghadapi sejumlah kendala, mulai dari luas wilayah terbakar, kedalaman lahan gambut, melimpah bahan bakar vegetasi, hingga arah angin yang berubah-ubah.

Keterbatasan sumber air menjadi kendala utama karena sejumlah kanal yang biasa dimanfaatkan untuk pemadaman mulai mengering.

"Air ini menjadi faktor pembatas utama tentunya karena memang posisinya sekarang sumber-sumber air kanal-kanal yang ada itu kering dan itu mempersulit kami untuk operasi lapangan," ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya berupaya membuat embung sebagai tempat penampungan air dan menyekat kanal agar air dapat ditahan untuk mendukung pemadaman.

Ferdian mengatakan penghitungan luas kebakaran di seluruh wilayah Sumsel masih berlangsung dan data final akan dihitung oleh instansi terkait di tingkat pusat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Cukup Foto Selfie, AI Baru ...
Nasional
Pariwisata Tumbuh Positif d...
Megapolitan
Amankan Unjuk Rasa, Polda M...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.