Jat Tempur Gripen Swedia Mencegat Kapal Selam Kelas Kilo Russia

Minggu, 12 Apr 2026, 15:51 WIB

STOCKHOLM - Pesawat tempur Angkatan Bersenjata Swedia mencegat kapal selam kelas Kilo milik Russia di Kattegat pada hari Jumat (10/4), demikian diumumkan Angkatan Bersenjata Swedia dalam siaran pers resmi. 

Dari Defence Blog, pesawat JAS 39 Gripen melakukan pencegatan, dan pasukan Swedia kini memantau jalur lanjutan kapal selam tersebut ke Laut Baltik berkoordinasi dengan negara-negara sekutu. Angkatan Bersenjata Swedia menggambarkan operasi tersebut sebagai bagian dari kegiatan rutin yang bertujuan untuk menjaga kesadaran situasional di wilayah sekitar Swedia dan memastikan integritas teritorial Swedia dan sekutu.

Ket. Foto: Pencegatan tersebut terjadi di Kattegat — perairan yang terletak di antara pantai barat Swedia dan semenanjung Jutlandia Denmark yang menghubungkan Laut Utara ke Laut Baltik melalui selat Denmark. — Sumber: Istimewa

Pencegatan tersebut terjadi di Kattegat — perairan yang terletak di antara pantai barat Swedia dan semenanjung Jutlandia Denmark yang menghubungkan Laut Utara ke Laut Baltik melalui selat Denmark. Setiap kapal yang melintas dari Atlantik Utara atau Laut Utara menuju Baltik harus melewati koridor maritim sempit ini, menjadikannya titik rawan alami untuk melacak pergerakan angkatan laut. Angkatan Bersenjata Swedia tidak menyebutkan secara spesifik waktu pasti perjalanan kapal selam atau titik asalnya, tetapi mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut diamati dan dicegat oleh pesawat Gripen sebelum melanjutkan perjalanan ke Laut Baltik.

Pernyataan Swedia mengkonfirmasi keterlibatan sekutu dalam upaya pemantauan yang sedang berlangsung tanpa menyebutkan negara mitra tertentu. Koordinasi ini mencerminkan kerangka pengawasan maritim terintegrasi yang dipertahankan oleh sekutu NATO dan negara-negara mitra di seluruh wilayah Baltik, di mana pelacakan pergerakan kapal selam telah menjadi prioritas operasional yang berkelanjutan. Dengan Swedia sekarang menjadi anggota penuh NATO — setelah secara resmi bergabung dengan aliansi pada Maret 2024 — operasi patroli dan pencegatan maritimnya di Kattegat dan Laut Baltik memiliki signifikansi langsung di tingkat aliansi.

JAS 39 Gripen adalah pesawat tempur multiperan utama Swedia, diproduksi oleh Saab dan dioperasikan secara eksklusif oleh Angkatan Udara Swedia di antara negara-negara anggota NATO saat ini, meskipun beberapa negara mitra juga menerbangkan jenis pesawat ini. Dirancang untuk kebutuhan pertahanan negara kecil — pengerahan cepat dari pangkalan yang tersebar, biaya operasional rendah, dan tingkat sorti yang tinggi — Gripen dilengkapi dengan sensor dan avionik yang membuatnya mampu melakukan misi pengawasan dan pencegatan maritim di samping peran udara-ke-udara dan serangannya. Penggunaan pesawat tempur untuk mencegat dan melacak kapal selam mencerminkan sifat berlapis dari operasi anti-kapal selam dan kesadaran domain maritim modern, di mana pesawat sayap tetap memberikan cakupan di atas kepala sementara aset angkatan laut permukaan dan bawah permukaan dapat memberikan data pelacakan tambahan.

Kapal selam kelas Kilo Rusia adalah kapal selam diesel-elektrik yang telah menjadi andalan Angkatan Laut Rusia selama beberapa dekade dan tetap menjadi salah satu jenis kapal selam Moskow yang paling aktif secara operasional. Kelas ini mendapatkan reputasi buruk selama perang di Ukraina, di mana kapal selam kelas Kilo Armada Laut Hitam meluncurkan rudal jelajah Kalibr untuk menyerang wilayah Ukraina. Dalam konteks Baltik, kapal selam kelas Kilo mewakili platform yang mampu melakukan pengumpulan intelijen, peletakan ranjau, dan serangan rudal jelajah — kombinasi yang membuat transitnya melalui Kattegat menjadi perhatian langsung bagi negara-negara pesisir dan perencana NATO.

Laut Baltik telah menjadi salah satu lingkungan maritim yang paling diawasi di Eropa sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Laut ini berbatasan dengan negara-negara anggota NATO di hampir seluruh garis pantainya setelah Finlandia dan Swedia bergabung dengan aliansi tersebut, sehingga titik akses Armada Baltik Rusia — termasuk jalur transit sempit melalui selat Denmark — berada di bawah pengawasan sekutu yang terus-menerus. Aktivitas kapal selam di lingkungan ini menarik perhatian khusus mengingat potensi ancaman bawah laut terhadap infrastruktur penting, termasuk kabel dan pipa bawah laut yang melintasi dasar Laut Baltik. Serangkaian insiden yang melibatkan dugaan sabotase infrastruktur bawah laut Baltik dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan sensitivitas seputar setiap pergerakan angkatan laut Rusia di wilayah tersebut.

  • Konflik Russia - NATO

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.