Alcaraz Hadapi Sinner di Final Monte Carlo Masters, Duel Krusial Perebutan Ranking Satu Dunia

Minggu, 12 Apr 2026, 09:52 WIB

MONTE CARLO — Partai puncak Monte Carlo Masters akan menyajikan duel akbar antara dua petenis terbaik dunia, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner. Keduanya akan saling berhadapan, Minggu (12/4) malam WIB, dalam laga yang sekaligus menentukan posisi nomor satu dunia.

Alcaraz melangkah ke final usai menghentikan kejutan petenis tuan rumah Valentin Vacherot di semifinal, Sabtu, dengan skor 6-4, 6-4. Kemenangan ini membawa petenis Spanyol tersebut ke final ATP Masters 1000 ke-10 sepanjang kariernya, sekaligus memperpanjang dominasinya di lapangan tanah liat dengan rekor 26-1 sejak awal musim lalu.

Ket. Foto: Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz. — Sumber: AFP

Petenis berusia 22 tahun itu kini berambisi mempertahankan gelar Monte Carlo sekaligus menjaga posisinya di puncak peringkat dunia. “Ini adalah posisi impian bagi semua pemain. Saya berjuang untuk gelar kedua di sini, sementara dia mengejar yang pertama,” ujar Alcaraz.

Rekor pertemuan sementara masih memihak Alcaraz dengan keunggulan 10-6. Namun, ia menegaskan tak ada favorit dalam duel ini. “Melawan dia, tidak ada yang benar-benar diunggulkan. Semua tergantung siapa yang bermain lebih baik pada hari pertandingan,” katanya.

Alcaraz tampil solid saat menghadapi Vacherot dengan mematahkan servis lawan tiga kali dalam pertandingan berdurasi 84 menit. Ia kini mengincar gelar ketiganya musim ini setelah sebelumnya menjuarai Australian Open dan turnamen di Doha, serta selalu mencapai final dalam tujuh turnamen tanah liat terakhirnya.

Di sisi lain, Sinner memastikan tempat di final pertamanya di Monte Carlo usai menundukkan Alexander Zverev dengan skor meyakinkan 6-1, 6-4. Petenis Italia berusia 24 tahun itu tampil dominan sejak awal, mematahkan servis Zverev tiga kali di set pertama yang hanya berlangsung 34 menit.

Keberhasilan ini membuat Sinner menjadi petenis pertama sejak Novak Djokovic pada 2015 yang mampu mencapai final di tiga turnamen Masters 1000 pertama dalam satu musim. Sebelumnya, hanya Roger Federer (2006) dan Rafael Nadal (2011) yang mencatatkan pencapaian serupa.

“Saya sangat senang. Kami datang ke sini untuk mengukur kemampuan di lapangan tanah liat, dan bisa mencapai final berarti banyak,” ujar Sinner.

Ia juga menegaskan pentingnya laga ini sebagai tolok ukur menjelang French Open. Terakhir kali keduanya bertemu di clay terjadi pada final Roland Garros tahun lalu, saat Alcaraz keluar sebagai pemenang setelah menyelamatkan tiga match point.

Dalam 21 pertandingan terakhir di level Masters 1000, Sinner hanya kehilangan satu set—menunjukkan konsistensi luar biasa jelang duel puncak. Dengan performa terbaik dari kedua pemain, final ini dipastikan menjadi panggung perebutan supremasi tenis dunia yang sarat gengsi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.