Satgas Pangan Sidak Pasar Jaga Stabilitas Harga

Jumat, 10 Apr 2026, 17:02 WIB

SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan barang sekaligus mengevaluasi kondisi pasar untuk menjaga stabilitas harga. 

“Kita berharap dengan kegiatan ini semua harga-harga bisa kita kendalikan, inflasi tidak terlalu tinggi naiknya dan insya Allah tetap terkendali sehingga harga tetap terjangkau oleh masyarakat," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi di Sampit, Kalteng, Jumat (10/4).

Ket. Foto: Satgas Pangan Kotim sidak harga pangan — Sumber: antara foto

Ia mengatakan sidak menyasar dua lokasi yang menjadi rujukan BPS Kotim dalam memantau perkembangan harga, yakni Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Keramat, Kota Sampit.

Langkah tersebut, lanjutnya, diambil untuk melihat sejauh mana tingkat ketersediaan komoditas guna menjaga dan menstabilkan inflasi di daerah tersebut.

Berdasarkan pantauan di dua pasar tersebut, komoditas daging sapi mengalami fluktuasi harga yang cukup dinamis. Sebelum Ramadhan harga daging sapi berkisar Rp150.000 per kilogram, lalu menjelang Lebaran sempat menyentuh angka Rp180.000 per kilogram, saat ini harga daging sapi mulai berangsur turun ke level Rp160.000 per kilogram.

Meski turun, ia mengatakan harga daging diperkirakan akan bertahan lama di angka Rp160.000 per kilogram, bahkan kemungkinan menjadi harga normal yang baru. Pasalnya, kenaikan harga sapi hingga biaya Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi penyebab kenaikan tersebut.
Terkait harga daging, pemerintah daerah berencana menjalin komunikasi lebih lanjut dengan para pemasok. Hal itu, menurut dia, dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti harga yang masih bertahan di atas harga normal sebelum Lebaran.

“Kemudian, komoditas yang juga naik adalah beras, khususnya beras pera jenis Siam Epang. Karena panennya hanya satu tahun sekali dan sekarang penanamannya sudah berkurang. Tapi kenaikannya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar Rp1.000-Rp2.000 dibanding sebelumnya,” katanya melanjutkan.

Selanjutnya, minyak goreng subsidi merek MinyaKita juga ditemukan ada kenaikan dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 menjadi Rp17.000. Untuk itu, Satgas Pangan berencana melaksanakan sidak lanjutan dengan menyasar agen dan distributor pangan.
Sebaliknya, harga cabai rawit dan bawang merah justru menunjukkan tren penurunan yang positif. Bawang merah yang sebelumnya dibandrol Rp48.000 per kilogram, kini sudah turun menjadi Rp45.000 di tingkat pengecer.

Sementara itu, ia mengatakan untuk harga cabai rawit yang sempat tembus Rp150.000 per kilogram sebelum hingga pascalebaran, kini berangsur turun ke angka Rp100.000 per kilogram.

Sebagai langkah konkret menjaga daya beli, Pemkab Kotim segera melakukan intervensi pasar melalui program gerakan pangan murah atau pasar penyeimbang seperti yang biasa dilakukan.

Selain itu, pihaknya mempertimbangkan melibatkan BUMD untuk membuka unit usaha semacam minimarket dengan harga yang lebih miring, namun hal ini masih perlu pembahasan lebih lanjut. 

“Langkah paling jangka pendek adalah pasar murah. Ke depan kita berupaya mengambil terobosan melibatkan BUMD untuk membuka tempat usaha yang harganya lebih murah sebagai pembanding harga pasar,” ujar Rafiq.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.