Tiongkok Selidiki Perundungan Siber terhadap Bintang Loncat Indah Remaja Quan Hongchan

Kamis, 09 Apr 2026, 00:30 WIB

BEIJING, TIONGKOK - Otoritas olahraga tertinggi Tiongkok menyatakan tengah menyelidiki serangan daring “berniat jahat” yang menyasar bintang loncat indah remaja Quan Hongchan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (8/4) di Beijing, pusat manajemen renang di bawah Administrasi Umum Olahraga Tiongkok mengungkapkan bahwa gelombang perundungan siber, serangan personal, serta penyebaran informasi palsu belakangan marak menargetkan Quan dan sejumlah atlet loncat indah lainnya.

Ket. Foto: Quan Hongchan. — Sumber: AFP

“Baru-baru ini, cyberbullying, serangan jahat, dan informasi tidak benar yang menyasar Quan Hongchan serta atlet lainnya muncul di internet,” demikian isi pernyataan tersebut. Pihak otoritas menegaskan bahwa kasus ini ditangani secara serius dengan segera melakukan proses verifikasi dan penanganan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Guangdong, daerah asal sang atlet.

Otoritas juga menyatakan penolakan tegas terhadap budaya penggemar yang dinilai “tidak normal”. Fenomena pengidolaan berlebihan terhadap atlet di Tiongkok kerap memicu obsesi terhadap kehidupan pribadi hingga berujung perundungan terhadap atlet maupun pihak lain. Media pemerintah bahkan menyebut tren ini sebagai “toxic fandom” dan berjanji akan menindaknya.

Quan, yang kini berusia 19 tahun, sebelumnya mengungkapkan dalam wawancara emosional bahwa ia sempat mempertimbangkan pensiun akibat tekanan besar terkait sorotan publik terhadap berat badannya. Dalam wawancara tersebut, ia mengaku mengalami kenaikan berat badan setelah Olimpiade Paris 2024, meski merasa hanya makan dalam jumlah sedikit.

“Setelah Olimpiade, saya sebenarnya sempat berpikir untuk pensiun,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa komentar tentang tubuhnya datang bertubi-tubi, baik dari lingkungan internal maupun opini publik. “Setiap hari saya melihat orang mengatakan saya gemuk,” katanya.

Quan sendiri merupakan salah satu atlet paling bersinar milik Tiongkok. Ia mencuri perhatian dunia saat meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020 (yang digelar 2021) pada usia 14 tahun, sebelum menambah dua medali emas lagi di Olimpiade Paris 2024.

Popularitasnya yang melesat juga membawa konsekuensi lain. Kerumunan penggemar kerap memadati kampung halamannya hingga mengikuti aktivitasnya di hotel. Klub pelatihan tempat Quan bernaung, Ersha Sport Training Centre, bahkan mengonfirmasi telah melaporkan kasus perundungan tersebut ke pihak kepolisian.

“Atlet adalah aset nasional yang berharga. Setiap tindakan fitnah, penghinaan, atau penyebaran informasi palsu terhadap atlet dan keluarga mereka telah melampaui batas hukum dan moral,” tegas pihak klub.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.