Menko PM Sebut Pendidikan Cara Paling Ampuh Putus Mata Rantai Kemiskinan
Kamis, 09 Apr 2026, 18:45 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Hal itu disampaikan Muhaimin Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam penandatanganan MoU antara Ikatan Alumni Universitas Terbuka (UT) dan Kemenko PM.
âPendidikan adalah pemutus mata rantai kemiskinan yang paling utama. Pendidikan memberi perangkat yang kuat bagi masyarakat untuk menjadi bagian produktif dari kekuatan negara,â kata Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4).
Muhaimin menilai UT berhasil memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas, termasuk kelompok dengan keterbatasan akses. Menurutnya, kehadiran UT menjadi bukti negara hadir menyediakan layanan pendidikan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
âKehadiran UT berarti negara hadir. Di antara seluruh universitas yang ada, UT adalah yang paling hadir memberikan layanan pendidikan,â ucap Muhaimin.
Menurut diaa, peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat harus ditopang oleh sistem pendidikan yang inklusif dan mudah dijangkau. Pemerintah, lanjut dia, menargetkan kemiskinan ekstrem yang saat ini masih mendekati tiga juta jiwa dapat ditekan hingga nol persen tahun ini.
âSaya yakin kekuatan alumni UT adalah kekuatan bersama untuk memajukan kehidupan bangsa. Kami mengajak para alumni untuk terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan nasional,â ucap Muhaimin.
Menurut Muhaimin, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan nasional. Ia menilai pendekatan tersebut menjadi paradigma baru untuk memperkuat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di berbagai sektor.
Sementara Rektor Universitas Terbuka (UT), Ali Muktiyanto, mengatakan alumni UT mulai menunjukkan kontribusi nyata melalui program beasiswa masyarakat kurang mampu. Ia menyebut setiap wisuda kini disertai penyaluran beasiswa Ikatan Alumni UT bagi 10 hingga 20 penerima.
âSetiap wisuda kini selalu ada penyerahan beasiswa dari alumni UT. Ini bukan sekadar retorika, tetapi pembuktian nyata,â kata Ali. ils/I-1
- Universitas Terbuka
- Menko PM
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Ikea Indonesia Angkat Rumah sebagai Pusat Kebersamaan
-
Iran Serang UEA dan Qatar, Arab Saudi Kecam dan Kutuk Keras
-
Belum Ingin Merdeka, Greenland Pilih Tetap Bersama Kerajaan Denmark
-
Pelayanan Imunisasi HPV di Kota Bandung
-
Tulungagung Targetkan Bebas Antraks, DPKH Catat Nol Kasus Selama 4 Tahun Terakhir
-
Proliga 2026 : LavAni Sukses Menangkan Laga Melawan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
-
Lewat Museum SBY*ANI, SBY Dorong Generasi Strategis Pelajari Transformasi Ekonomi Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.