Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena “Pak Ogah” di Jakarta Barat Meningkat, Jadi PMKS Terbanyak Awal 2026

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fenomena “Pak Ogah” di Jakarta Barat Meningkat, Jadi PMKS Terbanyak Awal 2026 Doc: Antara
Ket. Petugas mengamankan seorang "pak ogah" di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.

Jakarta - Pengatur lalu lintas ilegal atau "pak ogah" kembali menjadi kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan jumlah terbanyak di wilayah Jakarta Barat.

Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Barat, Fajar Laksono mengatakan, dari 485 PMKS yang dijaring mulai Januari sampai dengan Maret 2026, 134 orang di antaranya adalah "pak ogah".

"Paling banyak pak ogah. Kemudian gelandangan 108 orang, psikotik 91, pengemis 24, pengamen sepuluh, pemulung tujuh, asongan tiga, wanita satu, dan PMKS lainnya sebanyak 107 orang," kata Fajar saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/4).

Fajar menyebut sebagian besar dari ratusan PMKS itu dijaring dari sejumlah lokasi, seperti Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua.

"Kita sudah tempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi itu," kata Fajar.

Usai dijaring, sebagian besar PPKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk pembinaan dasar dengan asesmen petugas.

“Jika ada PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal," jelas Fajar.

Adapun PPKS asal dari Jakarta namun tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.

"Perujukkan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.