Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produsen Tahu dan Tempe Bekasi Harus Kreatif Siasati Mahalnya Bahan Baku

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 13:31 WIB | Oleh:
Produsen Tahu dan Tempe Bekasi Harus Kreatif Siasati Mahalnya Bahan Baku Doc: ist
Ket. harga-harga naik

BEKASI – Indonesia memang aneh, negara agraris, tapi banyak produk pertanian harus impor seperti kedelai. Hal ini memusingkan pedagang tahu dan tempe tatkala kedelai impor melonjak. Para perajin tahu dan tempe di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harus kreatif melakukan upaya adaptasi guna menyiasati kondisi tekanan ekonomi imbas lonjakan harga bahan baku hingga material pendukung, agar tetap dapat menjalankan roda usaha.

Perajin tahu asal Kecamatan Cikarang Barat, Deden (55) mengungkapkan sejumlah penyesuaian seperti memperkecil ukuran produk hingga membatasi jumlah pekerja terpaksa dilakukan sebagai dampak peningkatan harga bahan baku kedelai impor serta plastik kemasan. "Saya ingin menyelamatkan usaha yang sudah sejak lama saya rintis. Terpaksa dilakukan biar bisa terus produksi," katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa.

Ia menjelaskan lonjakan harga kedelai impor memaksanya untuk memperkecil ukuran tahu meski tidak signifikan sedangkan dari aspek pekerja, sebagian karyawan dirumahkan untuk sementara.

"Jumlah pekerja dibatasi. Hampir 50 persen pekerja dirumahkan, tapi hanya untuk sementara. Saat permintaan besar, baru semua karyawan dipekerjakan. Dalam satu minggu ada sekitar tiga hari di mana karyawan masuk semua. Alhamdulillah mereka semua memahami," katanya.

Sementara perajin tempe di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru Sukhep (51) mengatakan, harga beli kedelai yang menjadi bahan baku utama produksi tempe kini mencapai Rp10.900 per kilogram dari semula Rp10.000. "Kalau biasanya satu kuintal kedelai harganya Rp1 juta, sekarang sudah tembus Rp1.090.000," kata Sukhep.

Menurutnya,  tren kenaikan harga bukan hal baru karena sudah mulai terjadi saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun masalahnya adalah fluktuasi harga yang begitu cepat bahkan setiap kali stok baru didistribusikan ke perajin. "Pokoknya setiap kali turun dari truk, harga naik Rp10 ribu per kuintal. Besok juga bisa saja naik lagi Rp10 ribu," ucapnya.

Tak hanya kedelai, harga plastik pembungkus yang bergantung pada biji plastik impor juga ikut melonjak. Plastik per rol yang semula seharga Rp270 ribu, kini meroket hingga Rp380 ribu. "Saya menduga lonjakan harga ini dipicu ketidakstabilan kondisi global. Menurut informasi karena efek dari konflik di Timur Tengah," katanya.

Dia mengaku sejauh ini tidak menaikkan harga jual tempe karena khawatir kehilangan pelanggan. Kondisi ini disiasatinya dengan memperkecil ukuran produk agar marjin keuntungan masih tetap terjaga meski tipis.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Ukuran tempe diperkecil. Tetapi kalau yang lain pada naik, bisa juga harga naik. Yang jelas kalau keadaan seperti ini, produksi juga bisa turun karena ukuran tempe menyusut," ucap dia.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmy Yenti membenarkan telah terjadi kondisi kenaikan harga kedelai maupun plastik.

Meski begitu, masyarakat diminta untuk tidak khawatir karena stok komoditas bahan baku kedelai masih mencukupi. Penyesuaian ukuran tempe dan tahu dinilainya wajar dilakukan sebagai respons kenaikan harga bahan baku tersebut. "Info dari petugas pemantauan harga, sampai saat ini harga tempe dan tahu masih dalam kondisi normal," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PBB: 58 Negara dan Wilayah Terkontaminasi Ranjau

53 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: 58 Negara dan Wilayah ...
Luar Negeri
Korsel Desak Trump Pimpin P...
Megapolitan
Jakarta Siapkan Diri Menuju...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.