Lebaran Betawi 2026 Ade Ape Aje Sih? Ini Rangkaian Acaranye!

Senin, 06 Apr 2026, 05:35 WIB

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Badan Musyawarah (Bamus Betawi) Riano P. Ahmad mengundang masyarakat dalam perhelatan Lebaran Betawi 2026 pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Riano mengatakan Lebaran Betawi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta bersama Bamus Betawi dan Majelis Kaum Betawi sebagai wujud pelestarian adat sekaligus ajang silaturahmi warga Betawi dengan masyarakat luas.

Ket. Foto: Penari Topeng Betawi. — Sumber: Dok pemprov dki

Menurut dia, perayaan tahun ini mengusung tema strategis dengan konsep penyelenggaraan yang selalu diperbarui agar tetap menarik dan relevan.

“Alhamdulillah, Lebaran Betawi 2026 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-18. Kami mengajak Abang dan Mpok serta seluruh warga untuk meramaikan dan memeriahkan acara ini,” ujar Riano di Jakarta, Minggu.

Ia menutup ajakan tersebut dengan pantun khas Betawi: “Dari Buaran ke Ciawi, jangan lupa datang ke Lebaran Betawi,” ucap Riano yang juga Anggota DPRD DKI itu.

Adapun, Lebaran Betawi dikenal sebagai festival budaya tahunan yang menampilkan ragam kesenian, kuliner, serta tradisi khas Betawi. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas di Ibu Kota.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan perayaan ini merupakan tradisi kebudayaan masyarakat Betawi sebagai tuan rumah Jakarta.

“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, serta melestarikan nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta,” kata Uus, di Jakarta, Jumat (4/4).

Tahun ini, pesta rakyat tersebut mengangkat tema penguatan persatuan dalam merawat tradisi menuju Jakarta sebagai kota global. Berbagai atraksi kesenian tradisional dan hiburan inklusif akan disuguhkan selama tiga hari.

Tradisi ini telah berlangsung rutin sejak 2008 dan kini memasuki tahun ke-18. Lapangan Banteng dipilih karena memiliki nilai sejarah sekaligus ikon ruang publik Jakarta.

Rangkaian acara dimulai Jumat (10/4) dengan doa bersama pukul 18.30 WIB, pengajian dan tausiah.

Pada Sabtu (11/4), pengunjung dapat menyaksikan ondel-ondel, pertunjukan silat, hingga lenong Betawi yang berlangsung hingga tengah malam.

Kemudian Minggu (12/4), akan dimeriahkan senam pagi, karnaval budaya, prosesi hantaran, serta sajian kuliner Betawi.

Panitia menargetkan sekitar 20.000 pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara. Produk UMKM lokal juga akan dipasarkan melalui bazar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo menekankan pentingnya pelestarian tradisi leluhur.

“Tradisi ini menjaga ikatan kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan kaum Betawi. Salah satu tugas kami adalah menjaga marwah tersebut,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan Tiga Hari

Selama tiga hari, masyarakat akan disuguhkan berbagai aktivitas budaya dan hiburan khas Betawi:

Jumat, 10 April 2026 (18.30–21.30 WIB)

Malam pembuka diisi dengan nuansa religius melalui pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, dan doa bersama.

Sabtu, 11 April 2026 (08.00–23.00 WIB)

Hari puncak menghadirkan atraksi budaya seperti ondel-ondel, tanjidor, silat, hingga Gambang Kromong.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menikmati lenong Betawi dan layar tancep sebagai hiburan rakyat.

Minggu, 12 April 2026 (06.00–22.00 WIB)

Kegiatan interaktif seperti senam bersama, permainan tradisional, dongeng rakyat, karnaval budaya, hingga prosesi hantaran menjadi penutup yang hangat dan penuh makna. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.