Apple dan Intel Diklaim oleh Trump Sudah Selesaikan Kesepakatan Produksi Cip di AS

Jumat, 19 Jun 2026, 17:52 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Apple telah merampungkan kesepakatan dengan Intel untuk merancang dan memproduksi cip di Amerika Serikat.

Dilansir dari siaran Engadget Kamis (18/6) waktu setempat, dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan kesepakatan tersebut didorong guna mengembalikan kapasitas manufaktur cip ke Amerika Serikat setelah selama bertahun-tahun produksi semikonduktor banyak dilakukan di negara lain, termasuk Taiwan.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Meski demikian, hingga saat ini Apple maupun Intel belum memberikan konfirmasi resmi terkait rampungnya kesepakatan tersebut.

Laporan The Wall Street Journal pada Mei lalu menyebut kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan awal yang memungkinkan Intel memproduksi sebagian cip yang digunakan pada perangkat Apple di AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dilaporkan melakukan serangkaian pertemuan dengan jajaran pimpinan Apple selama lebih dari satu tahun untuk mendorong perusahaan tersebut kembali bekerja sama dengan Intel.

Apple dan Intel sebelumnya memiliki hubungan bisnis yang erat sebelum Apple beralih menggunakan cip rancangannya sendiri, Apple Silicon, yang sebagian besar diproduksi oleh perusahaan semikonduktor Taiwan, TSMC.

Analis Apple Ming-Chi Kuo sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Apple mulai menguji system-on-chip (SoC) yang diproduksi menggunakan proses manufaktur Intel 18A-P.

Menurut Kuo, Intel diperkirakan akan melakukan pengujian produksi cip Apple sepanjang 2026 sebelum memulai produksi massal dan pengiriman pada tahun berikutnya.

Jika kerja sama tersebut berjalan sesuai rencana, Intel akan memproduksi cip untuk perangkat iPhone dan Mac di pabriknya yang berada di Oregon, Arizona, dan Ohio. Namun, TSMC diperkirakan tetap akan menjadi produsen utama cip Apple.

Dalam unggahannya, Trump juga menyinggung keterlibatan pemerintah AS dalam mendukung Intel. Ia menyebut pemerintah membantu Intel dengan imbalan kepemilikan 10 persen saham perusahaan tersebut.

Pemerintah AS diketahui memiliki 10 persen saham Intel pada Agustus 2025 melalui investasi senilai 8,9 miliar dollar AS. Pendanaan itu sebagian berasal dari program CHIPS Act dan sebagian lainnya dari program Secure Enclave yang bertujuan memperkuat industri semikonduktor domestik. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.