PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas

Sabtu, 04 Apr 2026, 14:06 WIB

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut peristiwa delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi korban di Lebanon harus menjadi momentum bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Said Abdullah mengatakan langkah itu harus dilakukan PBB sebagai pembuktian organisasi tersebut masih berfungsi.

Ket. Foto: Upacara penghormatan di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, Lebanon untuk pengabdian Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon dari Indonesia, yang gugur dalam dua insiden pada 29 dan 30 Maret saat menjalankan tugas. — Sumber: UNIFIL

"Kita berduka atas gugurnya tiga orang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB dan lima TNI lainnya mengalami luka-luka," ujar Said dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum.

Jika dihitung sejak Oktober 2024, kata dia, tentara Israel telah melakukan serangan sebanyak 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Untuk itu, dirinya menilai tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel tersebut seolah mendapatkan impunitas, seperti halnya kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di Gaza, Palestina.

"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel," tutur dia.

Oleh karena itu, dia menyerukan kepada Dewan HAM PBB dan/atau negara-negara berdaulat untuk melaporkan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas tindakannya

Tindakan berulang Israel di Lebanon dan Gaza, sambung Said, merupakan bukti nyata atas pelanggaran Piagam PBB dan kejahatan kemanusiaan.

Selain itu, ia juga menuntut pertanggungjawaban langsung Israel atas terbunuhnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya yang terluka dalam bentuk pengakuan tindakan penyerangan, permintaan maaf dalam forum resmi di PBB, serta menyatakan siap bertanggungjawab melalui mekanisme peradilan oleh ICC.

Dia pun menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama berbagai bidang dengan Israel, hingga mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa di dunia, lantaran keberadaan Israel yang telah menjadi beban.

Dia menjelaskan beberapa negara di Eropa yang semula menjadi mitra baik Israel telah melakukan hal tersebut, sehingga Said mengapresiasi langkah berbagai negara tersebut, seperti Pemerintah Spanyol yang menarik duta besarnya dari Israel, Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel, serta sejumlah negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik.

Pada 12 September 2025, Majelis Umum PBB telah bersidang dan mengambil sikap atas solusi dua negara, di mana Palestina dan Israel sebagai dua negara yang berdiri.

Pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat itu disetujui oleh 142 anggota Majelis Umum PBB dari 193 negara yang hadir.

"Dengan demikian Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus sesegera mungkin untuk melaksanakan keputusan tersebut," ungkap Said.

Adapun Tiga jenazah prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) akan dipulangkan dari Turki dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4) sore, melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, yakni Kopral Dua Farizal Rhomadhon, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Tepat keesokan harinya pada Senin (30/3), Indonesia kehilangan lagi dua personelnya di UNIFIL akibat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. Dua personel yang gugur dalam serangan tersebut ialah Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan.

Sementara itu, sebanyak lima prajurit TNI yang terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.