- Home
-
- Megapolitan
-
- DLH DKI: Tidak Ada Pembata...
DLH DKI: Tidak Ada Pembatasan Kuota Sampah ke Bantargebang, Operasional 3 Shift Nonstop
Jumat, 03 Apr 2026, 01:15 WIBJAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik usai libur Lebaran. Kondisi ini juga dipicu insiden longsor di TPST Bantargebang yang berdampak pada operasional pengangkutan.
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, situasi tersebut membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian dalam sistem distribusi sampah. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pengaturan waktu pengangkutan atau shifting untuk mengurai antrean truk.
"Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Asep.
DLH menegaskan tidak ada pembatasan kuota pengiriman sampah ke TPST Bantargebang. Sebaliknya, optimalisasi dilakukan melalui pembagian tiga shift pengangkutan setiap hari agar distribusi lebih merata dan terkendali.
Dengan sistem ini, waktu tunggu atau dwelling time truk sampah dijaga tidak lebih dari tiga jam. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus keselamatan para pengemudi di lapangan.
"Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur. Sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah," kata Asep.
Selain pengaturan sistem, DLH juga melakukan penanganan langsung di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan. Salah satunya di TPS Kali Anyar yang kini telah sepenuhnya bersih setelah proses pengosongan rampung.
Penertiban juga dilakukan di TPS Rawadas yang merupakan tempat pembuangan liar di kawasan TPU Pondok Kopi. Lokasi tersebut telah ditutup permanen melalui kolaborasi lintas instansi, termasuk kecamatan, kelurahan, dan Satpol PP.
Sementara itu, penanganan masih berlangsung di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Tol Tanjung Priok. Setelah pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar serta pengawasan ketat.
DLH menyebut pengawasan akan melibatkan berbagai unsur seperti LMK, Satpol PP, hingga kepolisian. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik pembuangan sampah liar di kawasan tersebut.
Seiring percepatan penanganan, DLH menargetkan operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu dekat. Sisa sampah pascaarus balik Lebaran juga diprioritaskan untuk segera didistribusikan.
Distribusi sampah tidak hanya diarahkan ke Bantargebang, tetapi juga ke fasilitas pengolahan lain seperti RDF Plant. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pengelolaan sampah di Jakarta.
"Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan tetap optimal," pungkasnya.
- Bank Sampah
- Pengelolaan Sampah
- Darurat Sampah
- Pembuangan Sampah
- Pemprov DKI Jakarta
- DLH DKI Jakarta
- TPST Bantargebang
- TPS Liar
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Menko Zulhas Tegaskan Sanksi Sampah Open Dumping, Masyarakat Akan Diberi Insentif Lewat Sistem Baru
-
Alat Berat akan Dikerahkan untuk Membersihkan Sampah di Muara Angke
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
DPRD Jabar Dukung Opsi Pemkot Bandung untuk Pengadaan Mesin Pengolah Sampah di Setiap Kelurahan
-
Pengelolaan Sampah Lebih Ramah Lingkungan, TPA Antang Dibangun dengan Sistem Sanitasi Landfill.
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.