Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaga Mineral Kritis dengan Menertibkan Tambang Ilegal

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jaga Mineral Kritis dengan Menertibkan Tambang Ilegal Doc: istimewa
Ket. Aktivitas Pertambangan - Kalau Tidak hati-hati, Pihak Luar bisa Mengakses Penuh Mineral Kritis RI

Negara-negara yang memahami pentingnya mineral kritis cenderung menjaga cadangan mereka untuk menopang industrialisasi jangka panjang, khususnya pada sektor manufaktur berteknologi tinggi.

JAKARTA - Potensi mineral kritis di Indonesia sangat besar, sehingga pemanfaatannyaharus optimal agar berkontribusi lebih besar pada penerimaan negara. Terkait dengan itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyoroti masih lemahnya pemanfaatan mineral kritis di Indonesia.

Indonesia paparnya mempunyai beberapa potensi mineral kritis yang penting bagi transisi energi global seperti nikel. Indonesia tercatat sebagai produsen nomor satu pemilik cadangan nikel terbesar global, yang menguasai 50 persen pasokan global dengan produksi mencapai 2,2 juta ton.

Selain itu, ada juga timah di mana Indonesia tercatat sebagai produsen nomor dua dunia dengan kontribusi 19 persen terhadap pasokan global. Kemudian, ada juga bauksit di urutan keenam global. Selanjutnya, ada pula jenis mineral kritis lainnya seperti tembaga, dan logam tanah jarang yang sedang dalam proses eksplorasi.

Fabby mengatakan, Indonesia sebenarnya sudah mulai memanfaatkan mineral kritis ini lewat kebijakan hilirisasi untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, industri hijau dan substitusi impor, dan komoditas ekspor dengan nilai yang lebih tinggi karena sudah diproses dari biji mentah.

Tantangannya adalah tata kelola mineral kritis antara lain ESG (Environmental, Social, and Governance) masih lemah, lemahnya transparansi, menyebabkan praktek korupsi di industri itu masih tinggi, dan ketergantungan teknologi dan pendanaan untuk pemrosesan mineral.

“Menurut saya keberhasilan Indonesia dalam mengelola mineral kritis tidak hanya diukur dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), tetapi dari sejauh mana industri ini bisa beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal dan mendukung pengembangan manufaktur yang hijau dan berkelanjutan,” kata Fabby.

Di kesempatan lain, pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan tambang ilegal, khususnya komoditas strategis seperti nikel, sudah berada di jalur yang tepat dan perlu dilanjutkan secara konsisten hingga ke akar persoalan.

Menurut Fahmi, penertiban tersebut tidak bisa berhenti pada tindakan administratif semata, melainkan harus menyasar praktik-praktik ilegal yang selama ini berkembang di lapangan. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus tambang ilegal sejatinya berawal dari izin resmi, namun kemudian diperluas oleh pengusaha di luar wilayah konsesi tanpa izin tambahan.

“Perluasan tambang dari yang semula legal menjadi ilegal ini yang banyak terjadi. Bahkan ada juga yang sejak awal memang beroperasi tanpa izin. Ini yang harus ditertibkan secara menyeluruh,” ujarnya.

Praktik tambang ilegal tambah Fahmi kerap melibatkan aktor-aktor kuat sehingga penanganannya membutuhkan keberanian politik dan konsistensi penegakan hukum. Karena itu, ia menekankan pentingnya komitmen pemerintah untuk tidak berhenti di tengah jalan dalam upaya penertiban tersebut.

Di sisi lain, Fahmi menilai pengamanan pasokan mineral kritis harus berjalan beriringan dengan agenda hilirisasi melalui pembangunan smelter. Ia menyebut proses smelterisasi menjadi kunci agar nilai tambah mineral, seperti nikel, dapat dioptimalkan di dalam negeri.

“Dari nikel itu harus diolah sampai menjadi produk akhir, mulai dari bahan baku baterai hingga kendaraan listrik yang siap digunakan konsumen. Dengan begitu, manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Fahmi.

Hilirisasi Optimal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.