Irak Kunci Tiket Terakhir Piala Dunia Usai Tekuk Bolivia 2-1, Akhiri Penantian 40 Tahun

Rabu, 01 Apr 2026, 13:43 WIB

MONTERREY, MEKSIKO — Tim nasional Irak memastikan diri sebagai peserta ke-48 sekaligus terakhir di putaran final Piala Dunia setelah menundukkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam laga playoff antarbenua, Rabu (1/4). Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Irak yang akhirnya kembali tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia setelah 40 tahun.

Irak akan bergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia pada putaran final mendatang. Ini menjadi penampilan pertama mereka sejak edisi 1986 yang juga digelar di Meksiko.

Ket. Foto: Para pemain timnas Irak melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga playoff antar benua kontra Bolivia, Rabu (1/4). — Sumber: AFP

Dua gol dari Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein menjadi penentu kemenangan bersejarah tersebut. Hasil ini sekaligus menjadi pencapaian besar bagi pelatih Irak asal Australia, Graham Arnold, yang sebelumnya sempat meminta penundaan laga akibat situasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu persiapan tim.

Skuad Irak bahkan harus menempuh perjalanan berat selama tiga hari dari Baghdad menuju Meksiko, termasuk perjalanan darat melintasi perbatasan menuju Yordania, sebelum akhirnya tiba di lokasi pertandingan. Meski demikian, kelelahan tak tampak dalam performa mereka di awal laga.

Irak langsung tampil agresif dan membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan sembilan menit. Penyerang Luton Town, Al-Hamadi, sukses memanfaatkan situasi bola mati. Gol bermula dari tendangan bebas gelandang Amir Al-Ammari yang ditepis kiper Bolivia, Guillermo Viscarra, hingga menghasilkan sepak pojok. Dari situasi tersebut, Al-Ammari mengirim umpan akurat yang disambut sundulan Al-Hamadi untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Irak sempat mengendalikan permainan hingga Bolivia perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-38. Tembakan Ramiro Vaca dari luar kotak penalti diterima dengan kontrol apik oleh Moises Paniagua yang kemudian melepaskan sepakan keras ke atap gawang.

Gol tersebut mengguncang Irak, sementara Bolivia tampil lebih dominan hingga akhir babak pertama dan nyaris membalikkan keadaan.

Namun Irak kembali menunjukkan ketangguhannya di babak kedua. Delapan menit setelah jeda, mereka kembali unggul lewat skema serangan cepat. Bola panjang yang diarahkan ke depan berhasil disambut Marko Lawk-Farji, yang kemudian mengirim umpan silang matang kepada kapten tim, Aymen Hussein. Tanpa kontrol, Hussein langsung melepaskan tembakan yang bersarang di sudut bawah gawang Bolivia.

Tertinggal 1-2, Bolivia meningkatkan intensitas serangan demi memaksakan perpanjangan waktu. Namun lini pertahanan Irak tampil disiplin dan solid dalam menghadapi tekanan, termasuk selama sembilan menit tambahan waktu yang menegangkan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk Irak—sebuah kemenangan yang tak hanya memastikan tiket ke Piala Dunia, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan mereka di tengah situasi sulit.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.