Kemenkes: Puluhan Juta Pelajar Tercatat Telah Ikuti CKG

Minggu, 25 Jan 2026, 14:30 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 25 juta pelajar telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025. Program CKG telah digelar di 202.284 sekolah, madrasah, dan pesantren atau71 persen dari target nasional.

“Sebanyak 25 juta peserta CKG adalah anak sekolah dan remaja. Dari hasil pemeriksaan, cukup banyak masalah kesehatan yang kami temukan,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (24/1).

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kemenkes

Lebih lanjut, Endang mengatakan, jumlah tersebut setara 49 persen dari total sasaran peserta didik di 38 provinsi. Perihal ini, satu dari lima anak usia sekolah dan remaja sudah memiliki tekanan darah di atas normal.

“Untuk usia sekolah dan remaja, yang kita temukan ternyata satu dari lima sudah mengalami tekanan darah di atas normal. Normal itu 120 per 80,” ucap Endang.

Menurut Endang, kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Karena itu, Kemenkes meminta anak-anak untuk mengurangi konsumsi garam, terutama dari makanan olahan dan jajanan.

“Perbanyak sayur dan buah, rutin aktivitas fisik, cukup istirahat. Kalau sudah hipertensi, minum obat teratur sesuai anjuran,” ucap dia.

Selain hipertensi, Kemenkes juga menemukan tujuh dari 100 anak mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Sebanyak 26 persen anak mengalami gangguan telinga, mulai infeksi, penumpukan kotoran, hingga penurunan pendengaran signifikan.

“Kalau digabungkan dengan tekanan darah tinggi, risiko penyakit kronis ke depannya cukup tinggi. Pencegahannya, atur durasi dan volume suara, bersihkan telinga dengan baik, dan lindungi telinga di area bising,” kata Endang.

Selain itu, Endang mengungkapkan, satu dari empat remaja di Indonesia mengalami anemia, khususnya remaja perempuan. Endang menganjurkan para remaja untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan tablet tambah darah.

“Hampir setengah pelajar mengalami gigi berlubang akibat kurang menjaga kebersihan gigi serta konsumsi gula berlebih. Periksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali,” ucap Endang menegaskan.

Sementara, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan pelaksanaan CKG di pesantren dan madrasah menjadi bukti kebijakan pemerintah yang inklusif. Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Ini bukan hanya memperhatikan anak-anak yang di sekolah-sekolah umum, tapi juga ponpes dan buktinya kita berada di ponpes. Jika tidak ada diskriminasi antara madrasah dan sekolah," kata Menag Nasaruddin. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.