IHSG Berpotensi Variatif di Tengah Ekspektasi The Fed Tetap Dovish

Selasa, 31 Mar 2026, 10:00 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/3) berpotensi bergerak variatif di tengah ekspektasi pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan tetap bersikap dovish di tengah ketidakpastian konflik antara AS dengan Iran.

IHSG dibuka menguat 31,32 poin atau 0,44 persen ke posisi 7.122,99. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,16 poin atau 0,44 persen ke posisi 720,65.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.000- 7.240," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan ekspektasi inflasi Amerika Serikat (AS) secara jangka panjang terlihat terkendali, namun The Fed terus memantau secara cermat dampak perang antara AS dan Israel dengan Iran.

Pernyataan Powell tersebut memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa inflasi belum tentu bergerak mengalami kenaikan, sehingga tidak akan membuat The Fed menaikkan tingkat suku bunganya, seperti yang dikhawatirkan pelaku pasar sebelumnya.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak tetap membuat pelaku pasar khawatir, terlebih lagi harga minyak yang terus mengalami kenaikan membentuk level baru, yang hingga hari ini ruang kenaikannya telah mencapai 90 persen.

Dari sisi geopolitik, Mesir, Pakistan, dan Turki mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump harus mengakhiri konflik. Iran mengatakan dengan jelas, bahwa tuntutan yang disampaikan kepada Iran, terlalu berlebihan dan tidak logis menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri.

"Sampai hari ini, kita tidak pernah mengetahui, siapa negosiator yang diajak oleh AS dalam diskusi mengenai permintaan tersebut," ujar Nico.

Di sisi lain, para pemimpin Houthi, yang berada di Yaman, tengah mempertimbangkan untuk melakukan serangan yang lebih agresif. Eskalasi perang,
mungkin akan bertambah dengan cepat apabila semua pihak tidak menahan diri.

Dari dalam negeri, pemerintah akan segera mengumumkan paket kebijakan untuk meredam dampak dinamika global terhadap ekonomi domestik. Kebijakan yang disiapkan meliputi WFH terbatas, penyesuaian anggaran, dan implementasi program B-50, yang akan dijelaskan dalam konferensi pers pada 31 Maret 2026.

Salah satu opsi adalah penerapan WFH satu hari per pekan bagi ASN dan sebagian sektor swasta guna mengurangi konsumsi BBM, meski tidak berlaku untuk sektor pelayanan, industri, dan perdagangan.

"WFH dapat menekan konsumsi BBM dalam jangka pendek, namun dampaknya ke produktivitas dan sektor pendukung (transportasi, F&B) perlu diperhatikan," ujar Nico.

Sementara itu, program B-50 berpotensi mengurangi ketergantungan impor energi, tetapi implementasinya membutuhkan kesiapan industri dan pasokan bahan baku. Penyesuaian anggaran mencerminkan ruang fiskal yang mulai dijaga ketat, sehingga ke depan belanja pemerintah kemungkinan lebih selektif.

"Secara keseluruhan, paket ini bersifat defensif untuk menjaga stabilitas, namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada eksekusi dan kondisi global ke depan," ujar Nico.

Pada perdagangan Senin (30/3/2026) kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,70 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,61 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,18 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,92 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street bergerak variatif pada Senin (30/3/2026), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,11 persen ditutup di level 45.216,14, indeks S&P 500 melemah 0,39 persen ke level 6.343,72, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,78 persen ditutup di 25.953,38.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 21,35 poin atau 0,04 persen ke 51.864,50, indeks Shanghai menguat 21,05 poin atau 0,54 persen ke 3.944,33, indeks Hang Seng menguat 126,71 poin atau 0,51 persen ke 24.877,50, dan indeks Strait Times menguat 12,16 poin atau 0,25 persen ke 4.909,42.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.