Kepala BNN Ajak Mahasiswa Trisakti Cegah Penyalahgunaan Narkotika

Jumat, 04 Sep 2026, 02:05 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi maraknya peredaran gelap dan modus baru penyalahgunaan narkotika, Jumat (4/9). 

"Ancaman narkotika terus berkembang dan menyasar generasi muda dengan berbagai modus baru," kata Komjen Pol. Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis.

Ket. Foto: Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto saat memberikan kuliah umum pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026, Jakarta, Rabu (26/8). — Sumber: ANTARA/HO-BNN RI

Berdasarkan survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk usia produktif. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi kelompok dengan prevalensi tertinggi, yakni 2,53 persen.

Suyudi mengatakan perkembangan modus tersebut salah satunya terlihat melalui penyalahgunaan vape.

Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape dan menemukan 1.716 sampel positif mengandung narkotika maupun narkotika jenis baru (NPS). Sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen terdeteksi mengandung etomidate.

Kepala BNN pun menekankan pentingnya membangun kampus sebagai ekosistem yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas.

Dia mengatakan kampus bebas narkoba tidak hanya diwujudkan melalui aturan, tetapi melalui budaya saling menjaga, keberanian menolak narkotika, kepedulian terhadap teman, serta tersedianya edukasi dan layanan bantuan.

Dia menambahkan bahwa nilai Tri Krama Trisakti yang mencakup takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; serta satria, setia, sportif dapat menjadi landasan mahasiswa dalam membangun integritas dan menolak narkotika.

Menurut Suyudi, Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan dengan generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, dan bersih dari narkotika.

"Karena itu, kolaborasi pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan bangsa menghadapi ancaman narkotika," ucap dia.

Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan BNN, yakni menjadi narasumber dalam kuliah umum pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026, Jakarta, Rabu (26/8).

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN RI telah memperkenalkan program Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika. Program tersebut ditopang lima pilar yaitu pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.

Suyudi turut menitipkan tiga pesan kepada mahasiswa baru Trisakti, yakni jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus. Hal itu sejalan dengan tema PKKMB Universitas Trisakti 2026, yaitu Inovasi Tiada Henti, Eksplorasi Tanpa Batas, Berakar pada Tri Krama Trisakti.

Mahasiswa juga didorong menjadi agent of change (agen perubahan), social control (kontrol sosial), dan future leader (pemimpin masa depan), dengan membangun budaya kampus yang sehat serta melawan narasi digital yang menormalisasi penyalahgunaan zat.

  • bnn ri
  • vape narkoba
  • universitas trisakti
  • narkotika nps

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.