Karhutla Mengintai! Gubernur Papua Minta Kepala Daerah Siaga Hadapi El Nino

Senin, 31 Agu 2026, 14:54 WIB

JAYAPURA - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri meminta seluruh kepala daerah di wilayah Papua meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, sebagai dampak fenomena El Nino.

"Kondisi cuaca panas dan kering yang diperkirakan berlangsung hingga November harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah," katanya di Jayapura, Senin (31/8).

Ket. Foto: Gubernur Papua Mathius D Fakhiri saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda Papua terkait Kebakaran Hutan dan Kekeringan Dampak El Nino, di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua. — Sumber: Antara foto/HO- Pemprov Papua

Menurut Fakhiri, Papua punya potensi kebakaran yang luar biasa. Oleh sebab itu koordinasi awal harus tetap dilakukan secara intens, semua kepala daerah berkoordinasi dengan Forkopimda.

"Pada Rabu (26/8) kami telah melakukan Rapat Koordinasi Forkopimda Papua terkait Kebakaran Hutan dan Kekeringan Dampak El Nino," ujarnya.

Dia menjelaskan pemerintah daerah tidak boleh menunggu hingga kebakaran terjadi dan meluas sebelum mengambil langkah penanganan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, serta masyarakat.

"Untuk itu pentingnya menjaga komunikasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan agar setiap potensi bencana dapat segera diketahui dan ditangani," katanya, menegaskan.

Fakhiri menambahkan selain karhutla, potensi kekeringan juga perlu diantisipasi karena dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Saya minta dukungan TNI dan Polri untuk membantu pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi tersebut, termasuk melalui kesiapan personel dan peralatan yang dapat digunakan saat terjadi kebakaran maupun ketika masyarakat membutuhkan pasokan air," ujarnya.

Fakhiri mengingatkan agar aktivitas pembukaan lahan untuk pertanian yang saat ini terus dilakukan di sejumlah wilayah Papua harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan api.

"Saya meminta masyarakat maupun pelaku usaha menggunakan metode pembukaan lahan yang tidak berisiko memicu kebakaran. Pembakaran lahan, kata dia, harus dihentikan karena dapat menyebabkan api sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.