Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Ungkap Dampak Psikologis Mudik: Waspada Post-Holiday Blues Setelah Liburan
📅 Kamis, 26 Mar 2026, 10:55 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPerantau, yang harus kembali ke kota setelah hangatnya kebersamaan di kampung halaman, kerap merasakan kesepian dan kehilangan dukungan emosional. Perempuan juga lebih rentan terhadap depresi, dipengaruhi oleh tekanan sosial, peran ganda dalam keluarga, serta beban finansial. Sementara itu, lansia menghadapi risiko lebih tinggi akibat kesepian dan penyakit kronis.
"Gambaran ini menunjukkan bahwa fenomena post-holiday blues bukan hanya terjadi di Indonesia setelah Lebaran, tetapi juga merupakan pola global yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, ekspektasi kebahagiaan, serta transisi mendadak kembali ke rutinitas," katanya.
Dia mengatakan bahwa post-holiday blues bukanlah kelemahan, melainkan fenomena manusiawi yang bisa diatasi dengan dukungan sosial, kesadaran diri, dan intervensi tepat. Dengan memahami dinamika ini, Lebaran bisa menjadi bukan hanya momen silaturahim, tetapi juga titik awal membangun ketahanan mental bersama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!