Transjakarta Bantu Pemudik dengan Menambah Frekuensi dan Armada

Rabu, 25 Mar 2026, 06:17 WIB

JAKARTA – Untuk rute ke terminal-terminal yang menjadi tujuan arus balik, Transjakarta menambah armada dan frekuensi sebanyak 20-50 persen dari hari biasa. "Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan dari titik kedatangan utama seperti stasiun dan terminal antarkota," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, Selasa (24/3).

Penambahan layanan difokuskan di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, dan Terminal Pulo Gebang. "Di lokasi tersebut, Transjakarta memastikan ketersediaan armada yang lebih tinggi dari hari biasa, sekaligus mempercepat 
headway untuk menghindari kepadatan penumpang," jelas Ayu.

Untuk tanggal 25-29 Maret, Transjakarta juga memperpanjang jam operasional hingga pukul 23.59 WIB dan menyesuaikan pola operasi mengikuti jadwal kedatangan penumpang kereta dan bus AKAP. Rute yang diperkuat meliputi layanan BRT seperti Koridor 2A (Pulo Gadung - Rawa Buaya via Balaikota), 4D (Pulo Gadung - Kuningan) dan 7F (Kampung Rambutan - Juanda Via Cempaka Putih).

Kemudian sejumlah layanan Angkutan Umum Integrasi (AUI) seperti Tanah Abang–Blok M, Senen–Tanah Abang, hingga Manggarai–Blok M. Selain penguatan integrasi, Transjakarta juga tetap mengoperasikan layanan 24 jam pada koridor utama seperti Koridor 2 (Pulo Gadung - Monas, 4 (Pulo Gadung - Galunggung), 5 (Kp Melayu - Ancol), 11 (Kp Melayu - Pulo Gebang dan 14 (JIS - Senen).

Secara khusus, ada juga penambahan 11 unit armada di Terminal Pulo Gebang pada tanggal 25–27 Maret dilakukan sebagai respons terhadap puncak arus balik. “Pada periode arus balik, pola pergerakan pelanggan berbeda dengan hari biasa. Karena itu, kami memperkuat layanan pada rute-rute yang terhubung langsung dengan stasiun dan terminal hingga 50 persen. Tujuannya, agar pelanggan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat dan nyaman,” ujar Ayu.

Ket. Foto: tambah jam operasional — Sumber: ist

Ganti Tugas

Sementara itu, Daud Joseph yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Hal ini berdasarkan keputusan pemegang saham yang dituangkan dalam Keputusan Para Pemegang Saham PT Pos Indonesia tertanggal 11 Maret.

“Manajemen dan seluruh insan Transjakarta menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan kontribusi Daud Joseph selama menjalankan tugasnya di Transjakarta, khususnya dalam memperkuat aspek operasional dan keselamatan layanan," kata Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza.

Daud Joseph menjabat Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta sejak April 2023. Dia seorang profesional di bidang transportasi dengan latar belakang pendidikan Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia serta Magister Manajemen dari Thunderbird School of Global Management.

Selama bertugas, berperan dalam memperkuat sistem operasional layanan transportasi publik di Jakarta. Berbagai inisiatif dijalankan, mulai dari peningkatan standar keselamatan, penguatan tata kelola operasional, hingga pengembangan layanan transportasi yang semakin terintegrasi bagi pelanggan.

Welfizon menambahkan, Transjakarta memastikan operasional layanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal serta terus berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat Jakarta. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.