Tinggal Selangkah Lagi, Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Beres

Rabu, 18 Mar 2026, 15:30 WIB

JAKARTA – Restrukturisasi BUMN karya belakangan jadi langkah yang cukup krusial buat “beres-beres” sektor konstruksi pelat merah.

Setelah bertahun-tahun agresif menggarap proyek infrastruktur, banyak perusahaan kini dihadapkan pada beban utang yang tinggi dan tekanan arus kas yang nggak ringan.

Ket. Foto: PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mempercepat pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru dengan komitmen pada kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan. — Sumber: ANTARA/ HO - PT Hutama Karya Infrastruktur

Lewat restrukturisasi, pemerintah mencoba menata ulang—mulai dari perbaikan struktur keuangan, pengelompokan bisnis, sampai fokus ulang pada proyek yang lebih sehat secara finansial.

Tujuannya jelas: bikin BUMN karya nggak cuma sibuk bangun proyek, tapi juga punya fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, langkah ini juga jadi sinyal ke pasar bahwa pemerintah serius menjaga kesehatan BUMN. Karena kalau dibiarkan, tekanan keuangan di sektor ini bisa berdampak lebih luas, termasuk ke stabilitas industri konstruksi dan kepercayaan investor.

Meski prosesnya nggak instan dan butuh waktu, restrukturisasi ini bisa jadi momentum buat “reset arah”—dari yang sebelumnya ekspansif jadi lebih selektif, efisien, dan terukur. Jadi bukan sekadar bertahan, tapi juga menata ulang supaya ke depan bisa tumbuh lebih sehat.

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan proses restrukturisasi BUMN Karya hampir final, selanjutnya masuk fase konsolidasi dalam tiga core utama, yakni konstruksi di area building, infrastruktur dan engineering procurement and construction (EPC).

Ia menjelaskan restrukturisasi akan dimulai pada perbaikan fundamental perusahaan, terutama lewat impairment laporan keuangan.

"Mereka (BUMN Karya) kan saat ini sudah melakukan restrukturisasi, sudah hampir final. Kita sudah lakukan impairment juga terhadap bolong-bolong bukunya. Kemudian restrukturisasi terhadap hutang-hutangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony dalam keterangan di Jakarta, Selasa (18/3).

Dony memaparkan setelah menjalani perbaikan fundamental perusahaan, maka tahap selanjutnya adalah konsolidasi. Hal ini dilakukan dengan melihat kompetensi dari masing-masing BUMN dengan tiga core bisnis utama yang dicanangkan.

Ia optimistis perbaikan fundamental dan konsolidasi akan membuatkan masa depan BUMN Karya semakin cerah, terutama dalam hal tata kelola perusahaannya.

Ia menegaskan BUMN Karya melangkah menuju konsolidasi dengan semangat transparansi danBUMN, terbuka untuk diawasi.

"Kalau ada yang tidak baik, tidak benar, langsung diangkat saja. Tidak apa-apa. Kan itu bentuk daripada kontrol terhadap BUMN-BUMN yang memang milik rakyat," ujar Dony.

  • Restrukturisasi BUMN
  • bumn karya

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.