Jurus Hemat Pemerintah, Defisit Anggaran Ditekan Pelan-Pelan

Rabu, 18 Mar 2026, 06:15 WIB

JAKARTA – Menjaga kesehatan fiskal itu ibarat ngatur keuangan rumah tangga—kalau pemasukan dan pengeluaran nggak seimbang, lama-lama bisa bikin pusing sendiri.

Negara juga begitu, harus pintar mengelola utang, belanja, dan penerimaan supaya tetap “sehat” dan nggak gampang goyah saat ekonomi global lagi nggak pasti.

Ket. Foto: Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan yang menyedot anggaran sangat besar. — Sumber: ANTARA/ Luthfia Miranda Putri

Dengan fiskal yang terjaga, pemerintah punya ruang gerak lebih leluasa buat bantu masyarakat, dorong pembangunan, dan tetap sigap menghadapi situasi darurat tanpa harus panik cari dana dadakan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus menyiapkan strategi untuk menjaga kesehatan fiskal negara, termasuk menutup potensi defisit anggaran melalui pengetatan belanja dan penyisiran program yang dinilai kurang prioritas.

Usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (18/3), ia menyebut pengelolaan fiskal dilakukan dalam kerangka tahunan, sehingga perhitungan defisit harus dilihat secara utuh dalam satu tahun anggaran.

Menurutnya, upaya pengendalian belanja sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum muncul dinamika global, termasuk potensi eskalasi konflik internasional. Pemerintah secara rutin melakukan evaluasi terhadap pos-pos anggaran di seluruh kementerian dan lembaga.

"Di satu sisi memang tanpa ada kejadian yang kemarin pun, kita itu kan terus berusaha untuk melakukan apa yang namanya penyisiran terhadap Kegiatan-kegiatan atau mata anggaran yang sebagaimana tahun lalu," ujar Prasetyo.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperketat izin perjalanan dinas, khususnya ke luar negeri. Ia menyebut persetujuan perjalanan dinas kini lebih selektif untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran.

Selain itu, pemerintah juga menunda sejumlah belanja yang dinilai belum mendesak, seperti pembangunan gedung yang tidak berdampak langsung terhadap kinerja kementerian atau lembaga.

"Belanja-belanja yang bersifat bisa kita tunda, itu juga terus-menerus. Jadi sebelum kejadian itu, kebetulan ya, kita tadinya tiba-tiba tidak menduga akan ada perang atau ada eskalasi. Nah kami itu sering berkoordinasi dan berkumpul untuk terus melakukan proses tadi itu," kata Pras.

Prasetyo menambahkan, proses penyisiran anggaran dilakukan dengan mengidentifikasi program yang kurang produktif dan mengalihkan fokus pada belanja yang lebih prioritas.

Langkah-langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan guna memastikan kebijakan fiskal tetap adaptif terhadap dinamika global.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga defisit tetap terkendali sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efisien dan tepat sasaran.

  • Efisiensi Anggaran

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.