Bendung Talake Bukan Sekadar Proyek, Tapi Penopang Pangan IKN

Rabu, 18 Mar 2026, 14:10 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Pembangunan bendung itu sering kelihatan sederhana, tapi dampaknya besar banget buat kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya bendung, aliran air bisa diatur lebih rapi—nggak cuma buat irigasi sawah, tapi juga untuk kebutuhan air bersih sampai menjaga pasokan di musim kemarau.

Ket. Foto: Salah satu lahan pertanian tanaman padi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan

Buat para petani, bendung ibarat “penjaga ritme” tanam. Air jadi lebih terjamin, hasil panen pun bisa lebih stabil. Di sisi lain, bendung juga bantu mengurangi risiko banjir karena aliran air bisa dikendalikan sejak awal.

Makanya, pembangunan bendung bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap punya akses air yang cukup, kapan pun dibutuhkan.

Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Mudyat Noor menyebutkan Pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake bisa menjadi prasarana penunjang pertanian di dua kabupaten, dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Bendung Gerak Sungai Talake salah satu prasarana yang bisa memenuhi kebutuhan pangan IKN,” ujar Bupati Mudyat Noor ketika ditanya mengenai keberlanjutan rencana pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake di Penajam, Rabu (18/3).

Pembangunan Bendung Sungai Gerak Talake di perbatasan Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, bakal memberikan dampak terhadap distribusi air ke persawahan dan peningkatan hasil panen padi serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di dua kabupaten itu.

"Keberadaan bendung itu bisa memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian yang dibutuhkan petani di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser," jelasnya.

Pemerintah kabupaten memperjuangkan pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), lanjut dia, karena pembangunan bendung tersebut bukan kewenangan pemerintah kabupaten.

Lokasi Bendung Gerak Sungai Talake yang pembebasan lahannya telah dilakukan pada 2020, dengan luas 74,307 hektare mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser tersebut, perkiraan anggaran pembangunannya sekitar Rp759,8 miliar.

Tetapi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat itu mengalihkan anggaran pembangunan fisik Bendung Gerak Sungai Talake ke proyek pengadaan air di Kecamatan Sepaku guna pemenuhan air bersih IKN.

Pada anggaran 2026 pemerintah pusat secara bertahap mulai merealisasikan pembangunan Bendung Sungai Gerak Talake, kata Mudyat Noor, dengan mengalokasikan dana sekitar Rp30 miliar.

Bendung Gerak Sungai Talake diprediksi mampu mengairi 14.000 hektare sawah di wilayah Kabupaten Paser dan 8.000 hektare di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

  • Pemkab Penajam Paser Utara
  • Bendung Gerak Sungai Talake

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.