Produksi Tembus Target, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Siap Gali Potensi Migas Timur
Selasa, 17 Mar 2026, 09:17 WIBJAKARTA â Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina terus menggali potensi minyak dan gas yang ada di Timur Indonesia untuk mencapai target produksi.Â
Untuk mencapai target tersebut, Regional Indonesia Timur terus melakukan berbagai upaya seperti program kerja workover, pemboran sumur pengembangan maupun sumur eksplorasi untuk menambah resources, serta Enhanced Oil Recovery seperti CO2 flood yang saat ini sedang dikembangkan di lapangan Sukowati. Penerapan teknologi digitalisasi dilakukan dengan cukup agresif untuk mendukung pencapaian target tersebut.
Hal itu disampaikan Direktur Regional Indonesia Timur, Ruby Mulyawan dalam pemaparannya di Town Hall Meeting yang dikuti oleh seluruh perwira baik secara offline dan online kemarin.
Untuk mencapai target tersebut juga diperlukan keseragaman tata nilai atau aturan-aturan yang mengarahkan ketujuan tersebut. Yang pertama aspek HSSE yang terus diterapkan secara disiplin. âPenerapan HSSE ini menjadi fokus utama yang dilakukan baik di kantor regional dan zona-zona,â tambah Ruby di Jakarta, Selasa (17/3).
Komitmen dalam memenuhi target dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Integritas dalam menjalankan proses bisnis dan pengelolaan pemangku kepentingan baik di internal maupun eksternal perusahan yang dekat dengan wilayah operasi.
Ruby dalam paparannya menjelaskan capaian ditahun 2025 Regional Indonesia Timur berhasil mencapai Produksi Migas sebesar 208.5 Mboepd atau 100.4% dari target RKAP , lifting migas sebesar 171.0 Mboepd atau 102.9%. Sepanjang 2025 Regional Indonesia Timur juga berhasil melakukan 6 Bor Sumur Eksplorasi , 12 Bor Sumur Pengembangan dan 17 workover sumur.
Hal ini dikuatkan oleh Tri Winarno, Komisaris Pertamina EP Cepu yang turut hadir dalam acara Town Hall. âKinerja 2025 cukup baik, performance produksi dan lifting tercapai. Untuk tahun 2026, kita perlu memperhatikan kondisi geopolitik global yang tentu akan berpengaruh pada industri migas, sehingga kita dapat tetapkan strategi yang tepat,"ujar Tri.Â
Di tahun 2025, perusahaan juga mendapatkan berbagai pengakuan berupa penghargaan dari pihak eksternal, baik Internasional dan Nasional. Penghargaan ini, lanjut Ruby, tentunya dicapai berkat kinerja yang maksimal dan usaha terbaik seluruh Perwira Regional 4 Indonesia Timur yang diberikan kepada Perusahaan.
Diketahui, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina merupakan pengelola hulu migas yang secara geografi tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua yang terdiri dari asset offshore dan onshore.
 Selain itu, terdapat 1 aset downstream yaitu Donggi Senoro LNG. Wilayah kerja di bawah Regional Indonesia Timur yaitu Zona 11 (Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java), Zona 12 (Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip), Zona 13 (Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait, Melati), dan Zona 14 (Papua, Salawati, Salawati Basin, Binaiya).
- Bisnis Migas
- cadangan migas
- Pertamina
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pertamina Pastikan Stok BBM di Jember Aman untuk Kebutuhan Masyarakat
-
Gunungan Sampah di TPA Filipina Runtuh, Satu Tewas, 38 Hilang
-
Persija Apresiasi Penuh The Jakmania Hadir pada Sesi Latihan
-
Pendanaan Perlu Diarahkan ke Sektor yang Berdampak Ekonomi Signifikan
-
Sempat Tertunda, Proyek Blok Tuna Hidup Lagi! Perusahaan Rusia Siap Gaspol Juni 2026
-
Pemkab Penajam Paser Utara Pantau Harga-Pasokan Pangan saat Ramadan
-
Ancaman Ransomware 2026: IBM X-Force Sebut AI Mudahkan Penyerang Bobol Rantai Pasok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.