Pemkot Banjarmasin Siapkan Paket Sembako Murah Redam Lonjakan Harga

Senin, 16 Mar 2026, 16:20 WIB

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyiapkan paket sembako murah untuk meredam potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.

"Ada ribuan paket sembako siap disalurkan kepada warga dengan harga subsidi yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar konvensional," kata Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Senin (16/3).

Ket. Foto: Pemkot Banjarmasin gelar paket sembako murah. — Sumber: antara foto

Penyaluran paket sembako subsidi tersebut melalui gelar Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) di setiap kecamatan.

Ikhsan mengungkapkan, langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan serta program pengendalian harga dan stok barang kebutuhan pokok tahun 2026.

"Kegiatan ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat," katanya.

Menurut dia, langkah intervensi pasar ini diambil bukan tanpa alasan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, inflasi year-on-year pada Februari 2026 tercatat berada di angka 6 persen.

Kondisi ini, kata dia, diperkirakan akan terus mendapat tekanan seiring meningkatnya permintaan masyarakat menyambut hari besar keagamaan.

"Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, permintaan terhadap kebutuhan pokok meningkat cukup signifikan. Kondisi ini sering kali memicu gejolak harga di pasar. Oleh karena itulah, Pemkot mengambil langkah nyata melalui pasar murah ini," ujarnya.

Kesuksesan agenda tahun ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi sektor swasta secara drastis. Jika pada tahun 2025 program BCSR hanya melibatkan 23 perusahaan dengan total 13.648 paket, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak menjadi 45 perusahaan dengan total ketersediaan 18.316 paket sembako di seluruh titik pelaksanaan.

Selain fokus pada sembako, pasar murah ini juga menjadi ajang promosi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tingkat kecamatan. Pelibatan pelaku usaha lokal ini diharapkan mampu memicu perputaran uang di tingkat akar rumput.

"Semoga masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan lebih tenang dan dalam kondisi ekonomi yang lebih stabil," demikian katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.