Transformasi Energi KAI: Kapasitas PLTS Tembus 4.450 kWp, Dari Gambir Hingga Tanjungkarang
Minggu, 01 Mar 2026, 15:53 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendorong transformasi energi dengan memperluas pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas perusahaan. Hingga awal 2026, PLTS telah terpasang di 103 titik yang mencakup stasiun, balai yasa, kantor, griya karya, depo, gedung record center, serta mess perusahaan.
Sejak 2022, total kapasitas terpasang PLTS KAI mencapai 4.450,65 kWp. Tahun ini, perusahaan menargetkan tambahan 500 kWp sehingga jumlah titik pemasangan akan meningkat menjadi 113 lokasi di seluruh wilayah operasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan, "Pemasangan PLTS kami lakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di setiap lokasi. Selain membantu efisiensi energi, langkah ini juga berkontribusi menekan emisi dari aktivitas operasional sehari-hari."
Dengan kapasitas terpasang 4.450,65 kWp, sistem PLTS KAI diproyeksikan menghasilkan 5,8 hingga 6,2 GWh listrik per tahun, bergantung potensi sinar matahari masing-masing wilayah. Produksi energi ini setara dengan pengurangan penggunaan listrik berbasis fosil secara signifikan.
Mengacu pada faktor emisi rata-rata sistem kelistrikan nasional sekitar 0,85 ton COâ per MWh, pemanfaatan PLTS diperkirakan menekan lebih dari 5.000 ton COâ per tahun. Penambahan kapasitas 500 kWp pada 2026 akan memperbesar kontribusi pengurangan emisi secara bertahap.
Dari sisi efisiensi biaya, energi surya membantu menekan beban listrik selama jam operasional di stasiun, kantor, balai yasa, dan depo. Sistem ini juga meningkatkan ketahanan energi karena sebagian kebutuhan daya dapat dipenuhi langsung dari sumber energi terbarukan di lokasi.
Sebaran PLTS meliputi 62 stasiun, 10 balai yasa, 12 kantor, 10 griya karya, 6 depo, 1 gedung record center, dan 2 mess. Beberapa stasiun yang telah memanfaatkan PLTS antara lain Gambir, Pasar Senen, Jakarta Kota, Manggarai, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Jember, dan Tanjungkarang.
Selain stasiun, instalasi juga dilakukan di balai yasa, depo lokomotif dan gerbong, kantor Daop dan Divre, Kantor Pusat Bandung, Gedung JRC, Record Center, serta bangunan dinas non-stasiun. Setiap pemasangan disesuaikan karakteristik bangunan dan kebutuhan daya di masing-masing aset.
Anne menegaskan, langkah ini menunjukkan transformasi perkeretaapian juga menyentuh cara perusahaan mengelola energi secara bijak.
"Keberlanjutan bagi kami adalah arah jangka panjang perusahaan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api yang melayani masyarakat juga membawa dampak positif bagi lingkungan," tutup Anne.
- kereta api
- Energi Terbarukan
- PT KAI (Persero)
- KAI
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- Pengurangan Emisi
- Efisiensi Energi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
-
Butuh Investasi Besar, Pemerintah Harus Gandeng Investor Swasta Bangun PLTS 100 GW
-
Ada Aturan Baru Kendaraan Listrik, Perhatikan Detilnya
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Chelsea Melaju ke Final Piala FA Setelah Tundukan Leeds United 1-0
-
IndoGriTech Expo 2026 Boyong Teknologi Pertanian Canggih ke ICE BSD
-
PVMBG: Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.