Perkuat Pengawasan BUMN untuk Jaga Kekayaan Negara
Jumat, 13 Mar 2026, 01:00 WIBGovernance reset sebagai upaya positif dan melihat usaha ini bisa menjadi fondasi bagi berjalannya proses transformasi dalam menghadirkan BUMN.
Jakarta â Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama di Wisma Danantara, Jakarta, kemarin. Acara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, para menteri kabinet, pimpinan badan usaha milik negara (BUMN), serta insan Danantara. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola pengelolaan aset negara guna mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Presiden menilai keberadaan Danantara menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk memiliki lembaga pengelola investasi negara yang dapat bersaing di tingkat global.
âKita bersyukur Indonesia kini memiliki lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Namun capaian ini baru awal dan ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,â kata Presiden Prabowo dalam siaran pers, Kamis (12/3).
Seperti dikutip dari Antara, Presiden menekankan pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara. Menurut dia, Danantara dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Peringatan satu tahun Danantara mengusung tema âSatu Danantaraâ, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak bersama memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi mendatang.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan tahun pertama perjalanan lembaga tersebut difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan serta penguatan sistem tata kelola agar pengelolaan investasi negara tetap berorientasi pada manfaat jangka panjang.
âPengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,â ujar Rosan.
Momentum Reposisi
Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Mohamad Dian Revindo memandang bahwa dalam jangka panjang, langkah governance reset yang dilakukan Danantara Indonesia terhadap BUMN idealnya menjadi momentum reposisi strategis BUMN.
Hal ini terutama untuk memastikan negara tetap memiliki kendali efektif atas sektor- sektor strategis yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, seperti energi, infrastruktur, pangan dan logistik.
Revindo menilai langkah governance reset sebagai upaya positif dan melihat usaha ini bisa menjadi fondasi bagi berjalannya proses transformasi dalam menghadirkan BUMN yang bisa menjadi instrumen pembangunan nasional.
Ketika Danantara Indonesia melakukan evaluasi ulang kebijakan tata kelola BUMN, ia meyakini bahwa langkah tersebut juga akan mendapatkan perhatian dari pasar, misalnya terkait keyakinan baru apakah BUMN dapat konsisten dengan standar internasional dengan mengedepankan proses yang dijalankan secara transparan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.