Pejabat Ekonomi AS–Tiongkok Bertemu di Paris, Siapkan Pertemuan Trump–Xi Jinping

Jumat, 13 Mar 2026, 04:30 WIB

WASHINGTON - Pejabat tinggi ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dijadwalkan bertemu di Paris, demikian disampaikan Departemen Keuangan AS pada Kamis (12/3), menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada April.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan bertemu Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng di France pada 15–16 Maret, menurut keterangan departemen tersebut.

Ket. Foto: Foto arsip ini memperlihatkan bendera United States dan China yang dipasang menjelang sebuah pertemuan di Kementerian Pertanian di Beijing. — Sumber: AFP

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga diperkirakan menghadiri pembicaraan tersebut, sebagaimana dikonfirmasi kantornya kepada Agence France-Presse (AFP).

“Berkat hubungan saling menghormati antara Presiden Trump dan Presiden Xi, dialog perdagangan dan ekonomi antara AS dan Tiongkok terus bergerak maju,” kata Bessent dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan Bessent, Greer, dan He secara luas diperkirakan akan menjadi langkah awal menjelang kunjungan Trump ke Beijing, di mana ia dijadwalkan bertemu Xi.

Pembicaraan tersebut kemungkinan dimaksudkan untuk merumuskan capaian di bidang perdagangan dan ekonomi yang akan diumumkan pada pertemuan puncak para pemimpin, kata profesor Fudan University, Wu Xinbo, kepada AFP.

Namun, pertemuan ini berlangsung setelah satu tahun yang penuh gejolak dalam hubungan ekonomi AS–Tiongkok sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden.

Washington dan Beijing terlibat dalam perang tarif yang semakin meningkat pada April tahun lalu, ketika Tiongkok menanggapi kebijakan tarif luas yang diberlakukan Trump terhadap mitra dagang.

Situasi itu membuat tarif kedua negara terhadap ekspor masing-masing melonjak hingga tiga digit, sehingga perdagangan sempat terhenti sebelum akhirnya kedua pihak meredakan ketegangan.

Washington telah mengumumkan bahwa Trump akan mengunjungi Tiongkok pada 31 Maret hingga 2 April, meskipun Beijing belum mengonfirmasi tanggal tersebut—sesuai praktik diplomatiknya yang biasa.

Trump dan Xi terakhir kali bertemu pada Oktober di Korea Selatan, ketika mereka menyepakati gencatan perdagangan selama satu tahun.

Persiapan untuk pertemuan di Paris sedang berlangsung, dan para pemimpin industri berharap adanya hasil positif.

Presiden US-China Business Council, Sean Stein, menilai kunjungan Trump ke Tiongkok merupakan “momen untuk ambisi besar” dalam mengatasi “persoalan lama terkait iklim bisnis di China”.

Namun ia memperingatkan bahwa undangan bagi para eksekutif bisnis untuk bergabung dalam delegasi tersebut belum disebarkan, dan mendesak agar hal itu segera dilakukan.

Wu dari Fudan University mengatakan hal itu kemungkinan baru dilakukan setelah pembicaraan AS–Tiongkok di Eropa, jika para pejabat ingin menghindari komplikasi akibat melibatkan pemimpin bisnis terlalu dini dalam proses tersebut.

Tahun Besar

Sementara itu, diplomat tertinggi Tiongkok Wang Yi menyampaikan nada optimistis.

“Tahun ini memang merupakan tahun besar bagi hubungan Tiongkok-AS,” kata Wang kepada wartawan dalam konferensi pers Minggu lalu.

Ia menambahkan bahwa meskipun Washington dan Beijing “tidak dapat mengubah satu sama lain”, namun “kita dapat mengubah cara kita berinteraksi satu sama lain.”

Wang juga mendesak AS untuk menyelesaikan perbedaan dengan Beijing di tengah ketegangan terkait tarif dan isu geopolitik.

Dalam pernyataannya pada Kamis, Bessent berjanji akan “menghasilkan hasil yang menempatkan para petani, pekerja, dan pelaku usaha Amerika sebagai prioritas utama.”

  • AS-Tiongkok

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.