Tim Eropa Kembali Juara Laver Cup

Selasa, 29 Sep 2026, 06:47 WIB

LONDON - Tim Eropa tampil dominan untuk merebut kembali supremasi di Laver Cup. Alexander Zverev menjadi penentu kemenangan setelah menundukkan Learner Tien 7-6 (7-3), 6-3. Dia memastikan Tim Eropa mengalahkan Tim Dunia 13-5 dalam laga terakhir di London, Senin (28/9) dini hari WIB.

Tim Eropa memasuki hari ketiga dengan keunggulan 7-5. Setiap pertandingan di hari penentuan bernilai tiga poin, dengan tim pertama yang mencapai 13 angka dinyatakan sebagai juara. Tekanan langsung terasa sejak nomor ganda, tetapi Flavio Cobolli dari Italia dan Jakub Mensik dari Ceko mampu mengatasinya dengan kemenangan 7-5, 6-3 atas pasangan 10 besar dunia, Alex de Minaur dan Taylor Fritz.

Ket. Foto: Alexander Zverev dari Jerman (Tim Eropa) mengembalikan bola saat menghadapi Learner Tien dari Amerika Serikat (Tim Dunia) dalam pertandingan tunggal putra Laver Cup 2026 di O2 Arena, London, pada 27 September 2026. — Sumber: Henry Nicholls / AFP

Kemenangan tersebut membuat Tim Eropa hanya membutuhkan satu kemenangan lagi. Zverev kemudian menjalankan tugasnya dengan sempurna. Petenis nomor dua dunia asal Jerman itu melepaskan 32 winner, berbanding 21 milik Tien, serta menyelamatkan seluruh empat break point yang dihadapinya.

Dua pertandingan terakhir yang semula dijadwalkan mempertemukan Carlos Alcaraz dengan De Minaur dan Rafael Jodar melawan Fritz akhirnya tidak dimainkan karena keunggulan Tim Eropa sudah tidak mungkin terkejar. Hasil ini sekaligus menghentikan dominasi Tim Dunia yang sebelumnya memenangi tiga dari empat edisi terakhir Laver Cup. Edisi 2027 akan digelar di Los Angeles.

Ceko Juara

Di Shenzhen, cerita kejayaan lain datang dari Ceko. Linda Noskova dan Karolina Muchova mengantarkan negaranya meraih gelar Billie Jean King Cup untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah mengalahkan Ukraina 2-0 di final, Minggu.

Muchova membuka jalan kemenangan melalui penampilan impresif saat menghancurkan Anhelina Kalinina 6-2, 6-3. Petenis 30 tahun itu mencatat delapan ace. Dia hanya kehilangan tujuh poin dalam servisnya dan tidak menghadapi satu pun break point selama pertandingan yang berlangsung 70 menit.

Noskova kemudian memastikan trofi setelah mengalahkan petenis nomor tujuh dunia Elina Svitolina 6-3, 7-6 (7-5). Sempat tertinggal 1-3 pada set pertama, Noskova bangkit dengan merebut lima gim beruntun. Persaingan ketat berlanjut pada set kedua sebelum ia menuntaskan pertandingan melalui tie-break.

“Ini sangat istimewa, sebuah impian bagi saya untuk mengangkat trofi,” ujar Muchova. Dia mengaku bangga dengan kekompakan tim sepanjang turnamen. “Kami berjuang, berlatih dan menikmati suasana di ruang ganti. Menang adalah lapisan gula di atas semuanya,” ujarnya.

Kapten Ceko Barbora Strycova juga mencatat sejarah. Mantan juara enam kali itu menjadi perempuan keempat yang mampu menjuarai Billie Jean King Cup sebagai pemain sekaligus kapten. Dia mengikuti jejak Margaret Court, Chris Evert dan Billie Jean King.

“Bisa memenanginya sebagai pemain dan sekarang sebagai kapten dari kelompok pemain luar biasa ini sangat berarti,” ujar Strycova. “Sejujurnya, ini adalah impian yang tidak pernah saya ucapkan keras-keras. Sekarang itu benar-benar terjadi,” katanya.

Bagi Ukraina, kekalahan di final tetap menjadi pencapaian bersejarah. Mereka untuk pertama kalinya menembus partai puncak setelah menyingkirkan juara bertahan Italia di semifinal.

Svitolina mengakui timnya belum mampu mengakhiri perjalanan dengan trofi, tetapi tetap bangga atas perjuangan sepanjang musim. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.