UEFA Nations League: Ceko dan Inggris Berebut Momentum untuk Bangkit

Selasa, 29 Sep 2026, 07:00 WIB

PRAHA, CEKO - Ceko dan Inggris melakoni laga di Fortuna Arena, Praha, Rabu (30/9) dini hari WIB dengan dilatari rasa kecewa. Kedua tim sama-sama menelan kekalahan dalam laga pembuka UEFA Nations League dan kini berhadapan dalam pertarungan dua tim penghuni dasar klasemen Grup 3 Liga A.

Ceko takluk 1-2 dari Kroasia, sedangkan Inggris kembali gagal mempertahankan keunggulan ketika dikalahkan Spanyol 2-3. Kekalahan tersebut memperpanjang persoalan lini belakang Inggris yang dalam enam pertandingan terakhir selalu kebobolan, dengan total 13 gol bersarang ke gawang mereka.

Ket. Foto: Ilustrasi latihan timnas Inggris. — Sumber: Istimewa

Pelatih Inggris Thomas Tuchel harus menghadapi kenyataan bahwa tim asuhannya kembali membuang keunggulan. Anthony Gordon dan Harry Kane sempat membawa Inggris berada di posisi menguntungkan, tetapi Lamine Yamal, Alex Baena dan Mikel Oyarzabal membalikkan keadaan. Kesalahan Nico O'Reilly dan Marc Guehi turut membuka ruang bagi Spanyol untuk menghukum Inggris.

Situasi itu semakin menjadi sorotan karena pertandingan berlangsung sehari setelah Manchester City dinyatakan bersalah dalam perkara besar yang melibatkan 114 tuduhan. Kane mengungkapkan bahwa persoalan tersebut sempat dibicarakan di internal tim. Namun, masalah pertahanan Inggris sebenarnya telah muncul sebelum laga melawan Spanyol.

"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kami bereaksi. Kami harus menunjukkan karakter dan menemukan cara untuk mengendalikan pertandingan," ujar Tuchel.

Inggris kini menempati posisi ketiga, sementara Ceko berada di dasar grup karena kalah dalam jumlah gol yang dicetak. Bagi kedua tim, kemenangan menjadi penting untuk menghindari tekanan lebih besar dalam persaingan Liga A.

Ceko juga mengawali era pelatih Santi Denia dengan hasil mengecewakan. Gol Adam Karabec belum cukup menyelamatkan tuan rumah setelah Luka Modric dan Marco Pasalic membawa Kroasia menang. Ceko bahkan hanya melepaskan lima tembakan berbanding 16 milik Kroasia.

Denia menilai tim asuhannya harus segera memperbaiki respons setelah kekalahan tersebut. "Kami harus belajar dari kesalahan dan meningkatkan permainan. Inggris adalah lawan yang sangat kuat, tetapi kami bermain di kandang dan harus menunjukkan keberanian," ujar Denia.

Perjalanan Ceko dalam UEFA Nations League memang tidak stabil. Mereka sempat naik turun antara Liga A dan Liga B sejak musim 2020-21. Setelah memuncaki Liga B Grup pada musim 2024-25, Ceko kembali ke kasta tertinggi, tetapi kekalahan dari Kroasia langsung menempatkan mereka dalam ancaman degradasi.

Inggris memiliki kenangan buruk sekaligus manis ketika bertandang ke Praha. Pada tahun 2019, Ceko mengejutkan Inggris dengan kemenangan 2-1. Namun, dua tahun kemudian Inggris membalas melalui kemenangan 1-0 pada Euro 2020 lewat gol Raheem Sterling.

Dari sisi susunan pemain, Trent Alexander-Arnold berpeluang kembali ke starting XI setelah hanya menjadi pemain pengganti yang tidak dimainkan saat menghadapi Spanyol. Ia diperkirakan menggantikan Jarell Quansah. Lewis Hall juga berpeluang tampil meski sebelumnya sempat mengalami masalah ringan dalam latihan.

Ceko masih dihantam sejumlah absensi. David Zima, David Jurasek, Matej Rynes, Tomas Vlcek, Lukas Provod, Denis Visinsky dan Tomas Chory absen. Karabec juga ditarik keluar karena cedera yang belum diketahui tingkat keparahannya.

Di lini serang, Pavel Sulc diproyeksikan beroperasi di belakang Adam Hlozek. Sementara Inggris kemungkinan mengandalkan Kane sebagai ujung tombak, didukung Gordon, Bukayo Saka dan Jude Bellingham

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.