Tugas Berat Dua Wakil Indonesia di Final
Selasa, 29 Sep 2026, 06:43 WIBAICHI - Asa Indonesia untuk mengawinkan gelar beregu dan perorangan bulu tangkis di Asian Games 2026 kini berada di ujung perjuangan. Dua pasangan Merah Putih, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, akan bertarung dalam laga final nomor perorangan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9).
Kedua wakil tersebut menghadapi pasangan Tiongkok dalam pertarungan yang menjadi kesempatan terakhir Indonesia menambah emas dari bulu tangkis. Amri/Nita akan lebih dulu turun di nomor ganda campuran. Mereka menghadapi Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di partai pertama yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB.
Laga tersebut sekaligus menjadi pertemuan pertama kedua pasangan sehingga kemampuan membaca permainan sejak awal bakal menjadi faktor penting. Amri/Nita datang ke final dengan modal mengejutkan. Di semifinal, mereka menumbangkan pasangan nomor satu dunia Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan kemenangan meyakinkan 21-12, 21-14.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasangan Indonesia mampu bermain agresif sekaligus menjaga konsistensi menghadapi lawan dengan pengalaman lebih tinggi. Kecepatan rotasi Amri di area belakang lapangan berpadu dengan ketangguhan Nita dalam mengawal permainan depan menjadi kekuatan utama mereka.
Pola tersebut kembali harus diterapkan ketika menghadapi Jiang/Wei yang memiliki karakter permainan agresif sejak servis dan pengembalian bola. Pasangan Tiongkok itu juga dikenal memiliki daya tahan dalam reli panjang. Karena belum memiliki pengalaman bertanding satu sama lain, Amri/Nita dituntut cepat membaca pola lawan. Awal pertandingan diperkirakan menjadi fase penting untuk menentukan arah pertarungan.
Tantangan serupa menanti Leo/Daniel di ganda putra. Mereka akan berhadapan dengan Liang Wei Keng/Wang Chang yang secara rekor pertemuan masih unggul 3-1. Kekalahan terakhir terjadi di Australian Open 2026 ketika pasangan Tiongkok tersebut menang dua gim langsung.
Namun, kondisi Leo/Daniel kini berbeda. Setelah kembali berduet, mereka langsung menunjukkan performa impresif di panggung besar. Pada laga semifinal, pasangan berjuluk âThe Babiesâ itu tampil dominan untuk mengalahkan juara dunia asal Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae, 21-11, 21-14.
Daniel kembali menjadi sumber tekanan dari belakang melalui smash keras, sementara Leo memberikan variasi serangan dari depan. Perpaduan tersebut menjadi senjata yang membawa mereka ke partai puncak.
Liang/Wang akan mengandalkan permainan drive cepat serta kemampuan mengubah tempo. Mereka juga memiliki modal kepercayaan diri setelah menyingkirkan pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada laga semifinal.
Leo/Daniel karenanya harus mampu menjaga permainan tetap rapat dan mengurangi kesalahan sendiri. Pertarungan di depan net juga menjadi salah satu kunci karena Wang Chang memiliki kemampuan mengendalikan area tersebut. Dari sisi fisik, kondisi kedua pasangan juga menarik diperhatikan setelah Liang/Wang harus menjalani semifinal yang menguras tenaga.
Dua final ini sekaligus menjadi peluang Indonesia memperbesar perolehan medali setelah sebelumnya merebut emas beregu putra. Tim Indonesia mengalahkan Tiongkok 3-2 pada laga final beregu yang berlangsung di Ichinomiya.
Hingga Senin (28/9), Indonesia telah mengoleksi 2 emas, 5 perak, dan 20 perunggu atau total 27 medali. Tambahan tiga perunggu terakhir datang dari Alwi Farhan, Fajar/Fikri, dan Jasmine Azzahra Setyobudi. Indonesia masih berada di posisi ke-14 klasemen sementara, di bawah Taiwan.
Alwi memastikan perunggu tunggal putra setelah langkahnya dihentikan wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor 13-21, 15-21. Fajar/Fikri juga membawa pulang perunggu dari ganda putra, sedangkan Jasmine menyumbang medali yang sama dari BMX Racing.
Dua emas Indonesia sejauh ini berasal dari bulu tangkis beregu putra dan angkat besi melalui Rahmat Erwin Abdullah di kelas 75 kilogram putra. Tiongkok masih memimpin klasemen dengan 125 emas, 51 perak, dan 43 perunggu. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ekspor Perikanan Sultra Tembus Rp171 Miliar, Pasar Global Makin Menggoda
-
Gedung Rusak Pascagempa, Sekolah di Labuan Bajo Belum Terapkan Pembelajaran di Dalam Ruangan
-
Perkuat Integrasi Transportasi, Kemenhub Mulai Bahas RUU Sistranas
-
Sany dan ITB Perkuat Kolaborasi Riset, Teknologi, dan Pengembangan Talenta Indonesia
-
Kemenekraf Pasang Rem: AI Boleh Canggih, Kreativitas Manusia Jangan Tergusur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.