RI dan Jepang Makin Kompak Garap Energi Bersih
Kamis, 12 Mar 2026, 23:10 WIBJAKARTA â Pemerintah Indonesia memperdalam kemitraan strategis dengan Jepang sebagai langkah memperkuat basis industri nasional sekaligus mempercepat transformasi ekonomi.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan sektor manufaktur, percepatan transisi energi bersih, serta penguatan integrasi dalam rantai pasok global guna meningkatkan daya saing industri dan ketahanan ekonomi jangka panjang.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Jepang memiliki peran penting dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.
âDalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,â ujar Airlangga.
Pihaknya juga mengapresiasi kontribusi investasi Jepang dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Ke depan, pemerintah akan terus menjaga iklim investasi melalui peningkatan daya saing industri komponen otomotif, terutama pada tier 2 dan tier 3.
Hal ini guna memperkuat rantai pasok industri sekaligus mendorong lahirnya merek otomotif berskala global.
Dalam pertemuan dengan Executive Acting Secretary-General dari Liberal Democratic Party Koichi Hagiuda di Tokyo, Rabu (11/3), Hagiuda menyampaikan dukungan terhadap langkah Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan itu termasuk implementasi program biodiesel B40 serta rencana pengembangan E20 pada 2028.
Industri otomotif Jepang disebut siap menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi di sektor transportasi.
Selain sektor otomotif, kerja sama kedua negara juga berkembang dalam pengembangan energi baru dan terbarukan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).
Sejumlah proyek telah mencapai tahap financial closing dan sedang berlanjut, di antaranya pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh di Sumatera Barat, proyek waste-to-energy Legok Nangka di Jawa Barat, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.
Lebih lanjut, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama di sektor industri strategis ke depan, termasuk melalui peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC).
Lembaga yang dibentuk oleh Sanae Takaichi tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara Jepang dan Indonesia.
Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam memperkuat sektor economic security, termasuk dalam pengembangan rantai pasok industri teknologi seperti semikonduktor.
"Pertemuan Indonesia dan Jepang ini menegaskan semakin eratnya kemitraan kedua negara dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis," kata Menko Airlangga
"Ke depan, kolaborasi keduanya diharapkan dapat terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta pengembangan industri yang semakin kompetitif," tambahnya.
- Energi Bersih
- RI-Jepang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Musim Hujan Mudah Terserang Penyakit. Ikuti Cara Berikut agar Tetap Sehat
-
Permudah Remitansi Pekerja Migran, Finnet Hadirkan Solusi Pembayaran Digital Terintegrasi
-
PLN IP Produksi Energi Bersih Biomassa 1.101,59 GWh pada 2025
-
Bersitegang dengan Iran, AS Galang Kekuatan Militer di Timur Tengah
-
Ikuti Instruksi Dedi Mulyadi, Pemkab Bekasi Siap Buka Anggaran ke Publik
-
Pintu Air Cengkareng Drain Menunjukan Penurunan Debit Air tapi Masih Siaga 1
-
Persija Versus Persib: Arlyansyah Antusias Sambut Laga Pertamanya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.