Bersitegang dengan Iran, AS Galang Kekuatan Militer di Timur Tengah

Senin, 23 Feb 2026, 11:00 WIB

JAKARTA - Di tengah ketegangan dengan Iran, Amerika Serikat telah menghimpun kekuatan militer di Timur Tengah yang mencakup 16 kapal perang dengan total 40.000 personel serta 7 skuadron udara yang masing-masing terdiri dari 70 pesawat tempur.

Menurut laporan Financial Times, Amerika Serikat sudah menempatkan lima skuadron udara -- masing-masing memiliki 70 pesawat tempur - pada pangkalan-pangkalan militernya di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Ket. Foto: Jet-jet tempur F/A-18F disiagakan di kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di Teluk Oman dekat Selat Hormuz pada 15/7/2019. — Sumber: Antara/Reuters

Sementara, tambahan dua skuadron udara lainnya berbasis di kapal-kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, demikian tulis Financial Times.

Mengutip data dari Universitas Tel Aviv, Financial Times melaporkan bahwa di Pangkalan Militer Muwaffaq Salti, Yordania, sudah terdapat 66 jet tempur AS yang terdiri dari antara lain 18 jet tempur F-35 dan 17 unit jet tempur F-15.

Kemudian, 8 unit pesawat A-10, pesawat peperangan elektronik EA-18, dan pesawat pengangkut.

Data satelit juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah jet tempur AS yang ditempatkan pada pangkalan militernya di Arab Saudi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebuah "armada besar" tengah berlayar ke Iran, sembari mengharapkan Iran setuju merundingkan kesepakatan yang adil dan mencakup penghapusan total senjata nuklir.

Sementara, pada 8 Februari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran harus tetap memiliki haknya memperkaya uranium, bahkan jika hal tersebut harus berujung pada perang.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.