Korsel Masih Mampu Tangkal Ancaman Korut

Kamis, 12 Mar 2026, 02:30 WIB

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (11/3) mengatakan bahwa mereka dapat mencegah ancaman dari Korea Utara (Korut) bahkan jika Amerika Serikat (AS) memindahkan sebagian aset militernya ke Timur Tengah di tengah perang di Iran.

AS yang merupakan sekutu keamanan utama Korsel, menempatkan sekitar 28.500 tentara dan berbagai sistem pertahanan udara dan misil di Korsel untuk membantu mencegah agresi dari Korut yang memiliki senjata nuklir.

Ket. Foto: Sebuah kendaraan peluncur sistem misil pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) sedang berada di pangkalan militer AS di Seongju, Korsel. Pada Rabu (11/3) Korsel menegaskan bahwa pihaknya masih bisa menangkal ancaman dari Korut bahkan jika senjata AS dialihkan ke Timur Tengah. — Sumber: AFP/YONHAP

Washington Post pekan ini melaporkan bahwa AS telah memindahkan sebagian dari sistem misil Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) miliknya dari Korsel ke Timur Tengah, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.

"Terlepas dari apakah aset-aset USFK tertentu dikerahkan ke luar negeri, tidak ada masalah sama sekali dengan postur pencegahan kita terhadap Korut, mengingat tingkat kemampuan militer kita," kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan kepada AFP pada Rabu, merujuk pada komando Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK).

Kementerian tersebut menolak untuk mengkonfirmasi laporan dari Washington Post tersebut.

Sistem pertahanan misil THAAD dirancang untuk mencegat misil balistik jarak pendek, menengah, dan jauh menggunakan teknologi "hantam-dan-hancurkan". 

Perangkat itu dipasang di Korsel pada tahun 2017, sebuah langkah yang memicu protes keras dari Tiongkok.

Presiden Lee Jae-myung mengatakan pemerintahnya tidak senang dengan laporan pemindahan aset tersebut, tetapi mengakui bahwa tidak banyak yang dapat mereka lakukan mengenai hal itu.

"Pemerintah menentang penarikan beberapa senjata pertahanan udara oleh USFK untuk kebutuhan militernya sendiri," kata dia pada Selasa (10/3). "Namun kenyataan pahitnya adalah kita tidak mampu sepenuhnya menerapkan pendapat kita."

Sebuah foto yang diambil oleh kantor berita Yonhap pekan lalu dan dirilis pada Selasa tampaknya menunjukkan bagian-bagian dari baterai THAAD yang sedang dibongkar di Kabupaten Seongju, sekitar 220 km selatan Seoul.

Seorang pejabat kepresidenan mengatakan kepada AFP bahwa tidak pantas untuk mengomentari pertanyaan mengenai penempatan kembali aset militer apa pun dan memperingatkan agar media tidak berspekulasi.

"Laporan spekulatif tentang hal-hal yang sensitif secara militer tidak diinginkan mengingat kepentingan keamanan kita dan hubungan kita dengan negara-negara utama di Timur Tengah," kata dia.

Pamer Kekuatan

Sementara itu kantor berita KBS pada Rabu melaporkan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un, telah memantau langsung uji coba peluncuran tambahan misil jelajah strategis dari kapal perusak baru milik negaranya. Uji coba ini dilakukan menjelang pengoperasian resmi kapal tersebut.

Kantor berita KCNA melaporkan pada Rabu (11/03) bahwa Kim telah memeriksa kapal kelas 5.000 ton bernama Choe Hyon melalui konferensi video pada hari sebelumnya. Foto-foto yang dirilis oleh agensi tersebut menunjukkan Kim sedang menerima pengarahan melalui telepon dengan didampingi putrinya, Kim Ju-ae.

Pekan lalu, Kim dilaporkan telah mengunjungi galangan kapal Nampho, tempat kapal perusak itu berlabuh, sebanyak dua kali untuk mengamati langsung rangkaian uji coba misil tersebut. AFP/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.