- Home
-
- Megapolitan
-
- BPOM Siap Intensifkan Peng...
BPOM Siap Intensifkan Pengawasan Pangan Selama Ramadan dan Jelang Idulfitri
Rabu, 11 Mar 2026, 00:05 WIBJAKARTA â Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya permintaan pangan.
Langkah tersebut dilakukan melalui intensifikasi pengawasan di berbagai sarana produksi dan peredaran pangan sebagai bagian dari komitmen pemerintah melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan pengawasan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan meninjau langsung sejumlah sarana produksi dan distribusi pangan di ibu kota.
âLangkah ini diambil guna memastikan keamanan dan mutu pangan di tengah lonjakan permintaan masyarakat yang diprediksi meningkat tajam. Hingga 400 persen selama momentum Ramadan dan Lebaran,â kata Taruna, Selasa (10/3).
Dalam kegiatan tersebut, BPOM meninjau dua lokasi strategis, yakni sarana produksi PT Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) di Jakarta Utara dan Lotte Grosir Pasar Rebo di Jakarta Timur. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penerapan standar keamanan pangan pada sektor produksi maupun distribusi selama periode peningkatan konsumsi masyarakat.
Secara nasional, intensifikasi pengawasan pangan tahun 2026 telah memasuki tahap ketiga dengan total pemeriksaan terhadap 1.134 sarana peredaran pangan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, BPOM menemukan sebanyak 56.027 pieces produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Produk tersebut dinyatakan tidak memenuhi ketentuan karena berbagai faktor seperti kedaluwarsa, rusak, maupun tidak memiliki izin edar.
Jumlah temuan tersebut meningkat hingga 83 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di wilayah DKI Jakarta, BPOM memeriksa 18 sarana peredaran pangan dan menemukan sembilan sarana yang tidak memenuhi ketentuan.
Temuan yang paling dominan berupa makanan ringan ilegal yang tidak memiliki izin edar resmi. Selain pengawasan terhadap pangan kemasan, BPOM juga melakukan pengujian terhadap 222 sampel takjil yang dijual di sejumlah lokasi di Jakarta.
Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 10 sampel atau sekitar 4,5 persen mengandung bahan berbahaya.
âBPOM menemukan 10 sampel (4,5 persen) terbukti mengandung bahan berbahaya berupa rodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu,â kata Taruna.
Ia menegaskan pengawasan keamanan pangan sangat penting untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kualitas industri pangan nasional. Menurut dia, pengawalan standar keamanan pangan juga memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Taruna menjelaskan pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan langsung, tetapi juga melalui kemitraan antara pemerintah dan pelaku industri.
âDengan keterbukaan dan komitmen perbaikan berkelanjutan, kita membangun kepercayaan konsumen sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat,â ujar dia.
Dalam kunjungan tersebut, BPOM memantau penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) melalui monitoring corrective action and preventive action (CAPA). BPOM juga melakukan pemantauan di Lotte Grosir Pasar Rebo untuk memastikan penerapan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).
Dalam inspeksi tersebut ditemukan kondisi gudang penyimpanan beku atau frozen storage yang melebihi kapasitas penyimpanan. Taruna mengingatkan pengelola agar segera melakukan perbaikan karena kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas pangan.
âTadi kami cek izin edar produk, label, kemasan, hingga tanggal kedaluwarsanya. Gudang dingin yang overload juga berisiko menyebabkan suhu meningkat sehingga pangan lebih cepat rusak,â ujar dia.
Ia menegaskan pelaku usaha tidak boleh mengabaikan aspek keamanan pangan hanya karena alasan ekonomi.
Menurut dia, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam kegiatan usaha pangan.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyampaikan dukungan terhadap langkah pengawasan yang dilakukan BPOM.
Ia menilai pengawasan tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait keamanan pangan selama Ramadan dan Idulfitri.
âPengawasan langsung ini memberikan keyakinan kepada warga agar tidak khawatir mengonsumsi pangan. Selama Ramadan dan Idulfitri,â kata Uus.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi dengan BPOM dalam menjaga keamanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, ia juga memberikan edukasi langsung kepada konsumen mengenai pentingnya menjadi pembeli yang cerdas.
Melalui kampanye âCek KLIKâ, masyarakat diingatkan untuk selalu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa sebelum membeli produk pangan.
Ia juga mencontohkan cara memeriksa keamanan produk dengan memindai barcode melalui aplikasi resmi guna memastikan legalitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
BPOM Perluas Pengawasan Obat Melalui Sosialisasikan Peraturan Nomor 5 Tahun 2026
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.