BMKG Kotim Prakirakan Cuaca di Musim Mudik 2026 Aman
Rabu, 11 Mar 2026, 10:18 WIBSAMPIT â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyampaikan prakiraan kondisi cuaca selama masa mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut, udara, maupun darat terpantau aman. Â
âUntuk informasi prakiraan cuaca arus mudik Idul Fitri 2026, kondisi di laut aman karena ketinggian gelombang maksimum 1,25 meter sehingga kapal besar masih bisa berlayar,â kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit Mulyono Leo Nardo di Sampit, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan jalur transportasi laut saat ini dalam kondisi kondusif. Ketinggian gelombang laut tercatat masih dalam batas normal.
Ketinggian gelombang tersebut dinilai sangat aman bagi operasional kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) maupun kapal penumpang besar lainnya. Hal ini memberikan kepastian keamanan bagi pemudik yang menggunakan jalur perairan.Â
Sementara itu, untuk cuaca di darat maupun udara selama seminggu ke depan diprediksi akan cerah berawan. Potensi hujan masih ada namun hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu saja.
Hujan diperkirakan turun pada sore hingga malam hari dengan intensitas menengah. Kondisi ini tidak termasuk dalam kategori cuaca ekstrem yang membahayakan perjalanan.Â
âCurah hujan yang kita informasikan berdasarkan perkiraan itu berada pada angka 20 sampai 100 milimeter, jadi statusnya masih normal,â tambahnya.Â
Mengenai suhu udara yang terasa lebih menyengat belakangan ini, ia menerangkan bahwa hal ini disebabkan oleh fenomena astronomis. Saat ini posisi matahari sedang bergerak mendekati garis khatulistiwa atau ekuatorial.Â
Kondisi panas ini bersifat sementara karena wilayah Kotawaringin Timur sebenarnya masih berada dalam periode musim hujan. Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang terjadi setiap Maret.
Disamping itu, berdasarkan pantauan terakhir, BMKG Kotim memprediksi awal musim kemarau di Kotim baru akan dimulai pada Juni 2026. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang signifikan.
Ia juga menyebutkan, walau sempat terdeteksi hotspot atau titik panas dalam beberapa hari terakhir, namun hujan yang turun pada rentang waktu tersebut efektif memadamkan potensi api di permukaan lahan.
Namun, kewaspadaan jangka panjang tetap diperlukan mengingat musim kemarau mendatang diprediksi berlangsung lebih lama. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
âBulan Juni ada potensi kemarau yang lebih panjang sehingga potensi karhutla semakin tinggi, jadi kita perlu waspada terhadap perubahan cuaca ini,â demikian Mulyono.
Berita Terkait:
-
Prabowo Hadiri Forum Bisnis Jepang-Indonesia, 10 Kesepakatan Tembus USD 22,6 Miliar
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
Susu MBG Dijual di Minimarket, Kok Bisa? Ini Klarifikasi BGN
-
Kanwil BPN, Kanwil Kemenag, dan Kejati Kepri Teken MoU
-
Menkomdigi Ajak Masyarakat untuk Laporkan Platform yang Tidak Taat PP Tunas
-
Setelah Selat Hormuz, Kini Giliran Yaman Ancam Tutup Jalur Laut Merah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.