Iran Angkat Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Serangan Rudal ke Israel dan Teluk Memanas

Senin, 09 Mar 2026, 20:00 WIB

TEHERAN – Iran menandai pengangkatan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru menggantikan ayahnya dengan meluncurkan serangan rudal baru terhadap Israel dan sejumlah negara Teluk pada Senin (9/3). Konflik yang terus memanas di Timur Tengah itu juga memicu lonjakan harga minyak dunia.

Ketika Iran memasuki era kepemimpinan baru—sementara konflik telah memasuki hari ke-10—harga minyak global melonjak tajam. Arab Saudi dilaporkan menghadapi serangan drone yang menargetkan ladang minyaknya, sementara perusahaan energi milik negara Bahrain memperingatkan bahwa serangan rudal dapat menghambat pemenuhan kontrak ekspor.

Ket. Foto: Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. — Sumber: Antara

Para menteri keuangan dari kelompok negara maju G7 dijadwalkan menggelar pertemuan pada hari yang sama untuk membahas krisis tersebut. Menurut sumber pemerintah Prancis, pertemuan itu akan mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis guna meredam lonjakan harga energi dan melindungi perekonomian global.

Uni Emirat Arab dan Kuwait juga melaporkan adanya serangan baru. Dampak konflik segera terasa di Asia, dengan pasar saham Jepang dan Korea Selatan ditutup turun lebih dari lima persen. Di Filipina, pengendara antre panjang untuk mengisi bahan bakar, sementara Vietnam mempertimbangkan penghapusan tarif impor bahan bakar.

Pasar Eropa juga dibuka dengan penurunan tajam, sementara harga gas di kawasan itu melonjak hingga 30 persen. Sejak perang dimulai, kontrak minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 75 persen dan Brent melonjak lebih dari 60 persen.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Majelis Pakar—badan ulama tertinggi di Teheran—tidak ragu memilih pemimpin baru meskipun terjadi “agresi brutal dari Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat”. Media tersebut juga menayangkan sebuah rudal siap diluncurkan dengan slogan, “Atas perintahmu, Sayyid Mojtaba”.

Pemimpin garis keras baru

Serangan terhadap fasilitas minyak besar Al Ma’ameer di Bahrain memicu kebakaran dan kerusakan material. Perusahaan energi negara Bahrain, Bapco, kemudian menyatakan kondisi force majeure, bergabung dengan perusahaan energi di Qatar dan Kuwait yang juga mengeluarkan peringatan serupa mengenai kemungkinan gangguan ekspor akibat situasi di luar kendali mereka.

Konflik tersebut terjadi hanya beberapa minggu setelah pemerintah Iran di bawah Ayatollah Ali Khamenei menindak keras gelombang protes nasional, yang menurut kelompok hak asasi manusia menewaskan ribuan orang.

Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya yang memimpin Iran hampir empat dekade sebelum tewas dalam gelombang pertama serangan Amerika Serikat dan Israel, dikenal sebagai tokoh garis keras yang diperkirakan akan melanjutkan sikap keras ayahnya terhadap oposisi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut Mojtaba Khamenei sebagai “tokoh yang tidak berbobot”. Dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu sebelum pengumuman tersebut, Trump mengatakan, “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama.”

Setelah ancaman serupa dari Israel, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa Beijing menentang penargetan terhadap para pemimpin negara dan menekankan bahwa “kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati”.

Harga minyak melonjak

Di tengah serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang kaya minyak, harga minyak mentah dunia melampaui 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina empat tahun lalu.

Trump menanggapi lonjakan harga tersebut—yang menjadi isu sensitif di dalam negeri AS—sebagai “harga kecil yang harus dibayar” untuk menghilangkan ancaman dari program nuklir Iran.

Sebagai indikasi bahwa konflik diperkirakan tidak segera berakhir, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan staf non-darurat untuk meninggalkan Arab Saudi, beberapa hari setelah sebuah drone menghantam kedutaan besar AS.

Di tengah ketidakpastian mengenai durasi dan tujuan perang, Trump mengatakan kepada Times of Israel bahwa keputusan kapan mengakhiri permusuhan akan diambil bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Saya kira ini saling menguntungkan... sedikit. Kami sudah berbicara. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semuanya akan dipertimbangkan,” kata Trump.

Pasukan Garda Revolusi Iran segera menyatakan dukungan kepada pemimpin baru tersebut, menyebut mereka “siap untuk ketaatan penuh dan pengorbanan diri dalam melaksanakan perintah ilahi”.

Sekutu dan kelompok proksi Iran juga menyatakan dukungan. Organisasi Badr di Irak menyebut kepemimpinan Mojtaba Khamenei sebagai “kelanjutan yang diberkati dari jalan revolusi Islam”.

Bentrokan sengit di Lebanon

Perang multi-front juga meningkat di Lebanon. Kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyatakan terlibat baku tembak dengan pasukan Israel yang mendarat di Lebanon timur menggunakan 15 helikopter melalui perbatasan Suriah.

Serangan udara besar juga dilaporkan menghantam distrik-distrik selatan Beirut. Kepulan asap tebal terlihat membumbung setelah serangan tersebut.

Serangan itu terjadi setelah militer Israel memperingatkan akan menghancurkan cabang-cabang Al-Qard al-Hassan, lembaga keuangan yang terkait dengan Hizbullah.

Lebanon terseret dalam konflik pekan lalu ketika Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan Khamenei senior.

Hizbullah menyatakan pertempuran masih berlangsung di Lebanon timur setelah para pejuangnya “terlibat baku tembak dengan helikopter dan pasukan penyusup menggunakan senjata yang sesuai”.

Kantor Berita Nasional Lebanon sebelumnya melaporkan “bentrokan sengit” di sekitar kota Nabi Sheet, lokasi operasi Israel pada akhir pekan yang menewaskan 41 orang.

Menteri Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 394 orang sejak perang dimulai, termasuk 83 anak-anak dan 42 perempuan.

Di Bahrain, kementerian kesehatan melaporkan 32 orang terluka akibat serangan pesawat tak berawak Iran di pulau Sitra. Korban termasuk seorang gadis berusia 17 tahun yang mengalami cedera kepala dan mata serius serta seorang bayi berusia dua bulan.

Arab Saudi juga melaporkan dua orang tewas dan 12 lainnya terluka setelah sebuah proyektil jatuh di provinsi Al-Kharj pada Minggu.

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan sedikitnya 1.200 warga sipil tewas dan sekitar 10.000 lainnya terluka sejak perang dimulai, meskipun angka tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen oleh AFP.

Di Israel, otoritas setempat melaporkan 10 orang tewas akibat serangan rudal Iran. Militer Israel juga menyebut dua tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon.

SB/AFP

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.