Wali Kota Ajak Warga Bandung Wujudkan Kota Inklusif

Minggu, 07 Des 2025, 23:30 WIB

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat terkait kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia. Hal itu disampaikan dalam peringatan Ulang Tahun ke-4 Dilans Indonesia, di Gedung Fragment Project, Jalan Ir. H. Djuanda, Sabtu (6/12).

Wali Kota Farhan mengungkapkan, penyandang disabilitas atau menjadi lansia membuat batas kemampuan seseorang dalam mengendalikan lingkungan sekitarnya menjadi semakin terbatas.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

“Saya menyadari betul bahwa menjadi disabilitas dan menjadi lansia membuat kemampuan kita untuk mengendalikan hal-hal di luar diri kita menjadi sangat terbatas. Ini harus dipahami secara komprehensif oleh seluruh masyarakat,” ujar Wali Kota Farhan.

Lebih lanjut, Wali Kota Farhan mengapresiasi kehadiran kelompok Pergerakan Disabilitas dan Lansia Berdaya (Dilans) yang selama empat tahun terakhir dinilai menjadi penggerak penting dalam meningkatkan kesadaran publik tentang inklusi.

“Kelompok Dilans punya daya gedor luar biasa. Mereka membuat semua orang mau tidak mau mengalihkan perhatian kepada isu disabilitas dan lansia. Manfaat perjuangan mereka bukan hanya untuk kelompok disabilitas dan lansia, tapi untuk seluruh masyarakat,” ujar dia.

Menurut dia, semua orang perlu memahami bahwa ada hal-hal yang berada di luar batas kendali manusia, terlebih bagi mereka yang memiliki keterbatasan.

“Bayangkan jika batas pengendalian kita semakin sempit. Di situlah pentingnya memberikan kesempatan yang sama,” tutur dia.

Dilans Indonesia telah menerjemahkan gerakannya dalam empat program utama yang dijalankan melalui Inclusive District Platform (IDP) di tiga kota: Kecamatan Sumur Bandung (Kota Bandung), Semarang Tengah (Kota Semarang), dan Kemantren Jetis (Yogyakarta). ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.