Gagal Total di All England, Evaluasi Pelatih
Senin, 09 Mar 2026, 06:25 WIBJAKARTA - Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar dari ajang bergengsi All England 2026 harus berakhir dengan kekecewaan. Langkah terakhir wakil Merah Putih terhenti di babak semifinal setelah pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal melangkah ke partai puncak. Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Indonesia pulang tanpa satu pun finalis dari turnamen level Super 1000 itu.
Kegagalan total ini harus menjadi bahan evaluasi pengurus atas eksistensi para pelatih. Kinerja mereka harus dievaluasi karena tak satu pun wakil mencapai final dan hanya satu ke semifinal. Banyak pelatih yang perlu dipertanyakan kualitasnya karena jarang atau bahkan tidak pernah menjadi juara level tinggi.
Raymond/Joaquin sebenarnya sempat memberikan secercah harapan. Dalam debut mereka di turnamen legendaris tersebut, pasangan muda ini mampu menembus semifinal, sebuah pencapaian yang terbilang menjanjikan. Namun laju mereka akhirnya dihentikan pasangan peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Bertanding di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (8/3) pagi WIB, Raymond/Joaquin tumbang dua gim langsung 19-21, 13-21. Kendati harus tersingkir sebelum final, Joaquin mengakui bahwa pencapaian hingga empat besar tetap memberikan dorongan kepercayaan diri bagi mereka ke depan. Dia menilai pengalaman tampil di panggung besar seperti All England menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan karier mereka.
âSemifinal di turnamen ini tentu membuat kami lebih percaya diri. Tapi ke depan hasil ini tidak boleh menjadi beban. Kami ingin menjalaninya dengan lebih santai dan tetap menikmati setiap pertandingan,â ujar Joaquin seperti dikutip dari rilis Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.
Pasangan nomor satu dunia itu memberikan pengalaman berbeda bagi Raymond/Joaquin. Mereka merasakan langsung kualitas permainan lawan yang sangat stabil sepanjang pertandingan. Bahkan sejak sesi pemanasan, menurut Joaquin, aura juara dari pasangan Korea Selatan tersebut sudah terasa.
âMelawan peringkat satu dunia memberi kami banyak pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Puji Tuhan kami senang akhirnya bisa merasakan langsung bertanding melawan mereka,â ujar Joaquin.
Dia menambahkan bahwa konsistensi permainan Kim/Seo menjadi faktor utama yang membuat mereka sulit ditembus. Pasangan Korea itu mampu menjaga ritme permainan sejak awal hingga akhir pertandingan tanpa kehilangan fokus.
âKim/Seo benar-benar konsisten. Dari awal sampai akhir mereka stabil sekali. Itu yang harus kami pelajari. Kami ingin meniru konsistensi mereka supaya bisa tampil lebih baik di masa depan,â ujarnya.
Kekalahan Raymond/Joaquin sekaligus menutup perjalanan Indonesia di All England tahun ini. Sebelumnya, wakil Merah Putih di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, serta ganda campuran juga telah lebih dulu tersingkir di babak perempat final. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kontingen SEA Games 2025 Resmi Dilepas Presiden
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Kamis (27/11), Fluktuatif, Ada yang Naik, Ada yang Turun
-
Klasemen Liga Inggris Usai Derby London
-
Ruiz "La Cobra" Hantam Kubicki, Perkuat Rekor dan Rebut Juara Dunia Super Terbang WBC
-
KemenPPPA: Perekonomian Jadi Faktor Kuat Kekerasan terhadap Kaum Perempuan
-
Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Jelang Nataru
-
Festival Sastra Simpang Kata Simpang Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.