Gerakan Pangan Murah Berubah Menjadi Pangan Gratis di Halteng

Sabtu, 07 Mar 2026, 16:02 WIB

Ternate -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halmahera Tengah (Halteng), berubah menjadi pangan gratis menyusul tingginya antusiasme warga Desa Wairoro Indah mendapatkan pangan.

"Sekitar seribu paket bahan pangan yang disediakan langsung disambut warga dan paket tersebut dapat dibawa pulang secara gratis karena telah dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah," kata Gubernur Malut, Sherly Tjoanda saat dihubungi, Sabtu.

Ket. Foto: Pemprov Malut, gelar program Gerakan Pangan Murah berubah menjadi pangan gratis di Halteng, Sabtu (7/3). — Sumber: Antara/HO- Pemprov Malut

Dia mengatakan, program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan hingga Idul Fitri. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula, yang pada awalnya direncanakan dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp50.000.

Namun dalam kesempatan tersebut, Sherly menyampaikan bahwa biaya paket telah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

"Paket ini gratis karena sudah dibayarkan oleh Bupati Ikram Sangaji dan Wabup Ahlan Djumadil, sehingga warga bisa langsung membawa pulang," ujar Sherly, yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.

Antusiasme masyarakat bukan tanpa alasan. Dalam sejumlah kegiatan pangan murah yang digelar sebelumnya di Halmahera Tengah, paket bahan pokok tersebut kerap diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan pemerintah daerah yang dinilai cukup inklusif dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Sherly juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang dinilai aktif dalam menghadirkan berbagai program kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, pendidikan—termasuk seragam sekolah—hingga biaya kesehatan telah banyak diakomodasi oleh pemerintah kabupaten.

"Saya senang kalau banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah kabupaten. Saya tinggal fokus pada urusan SMA dan SMK yang memang menjadi kewenangan provinsi," ungkap Sherly.

Suasana Ramadhan di Desa Wairoro Indah hari itu pun terasa hangat. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antarlembaga dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sujud (55) misalnya, seorang warga Wairoro Indah yang berprofesi sebagai petani, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Dengan senyum lebar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah.

"Terima kasih Pak Bupati, Pak Wakil, Ibu Gubernur, dan Pak Wakil Gubernur. Kami merasa terus diperhatikan. Lansia, para janda, dan anak-anak yatim juga selalu menjadi perhatian pemerintah," ujar Sujud.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan oleh Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, terutama menjelang Hari Raya.

  • Pangan Gratis

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.