- Home
-
- Luar Negeri
-
- Norwegia Tambah Area Penge...
Norwegia Tambah Area Pengeboran Minyak Lepas Pantai
Selasa, 05 Mei 2026, 22:02 WIBBRUSSELS - Pemerintah Norwegia, Selasa (5/5), mengumumkan area eksplorasi lepas pantai baru untuk lebih mengembangkan sektor perminyakan negara tersebut karena harga energi yang tinggi menyusul penutupan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan AS-Israel dan Iran.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan pihaknya menawarkan 70 blok baru untuk eksplorasi di bawah putaran perizinan Alokasi di Area yang Telah Ditentukan (APA) tahunan, menurut laporan stasiun televisi NRK.
Dia menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk lebih mengembangkan sektor perminyakan negara tersebut.
Blok-blok tersebut tersebar di tiga wilayah: 38 di Laut Barents, 10 di Laut Norwegia, dan 22 di Laut Utara.
Skema APA adalah siklus tahunan tetap yang memungkinkan perusahaan untuk mengajukan hak eksplorasi di area yang sudah dibuka dan dianggap telah dieksplorasi dengan baik oleh pihak berwenang.
Beberapa blok yang baru diusulkan terletak lebih dekat ke pantai daripada di putaran sebelumnya, menandai perluasan aktivitas eksplorasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di area dekat pantai di bawah sistem APA.
Pengumuman itu datang di tengah kenaikan harga energi di pasar global, dengan Norwegia tetap menjadi pemasok utama minyak dan gas ke Eropa.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu.
Harga minyak telah melonjak tajam tahun ini karena konflik Timur Tengah dan penutupan efektif Selat Hormuz yang mengganggu aliran minyak mentah, bahan bakar, dan LNG, memaksa para pedagang untuk terus-menerus memperhitungkan risiko pasokan dan pengiriman.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk dengan Laut Arab dan merupakan koridor penting untuk ekspor energi dari produsen utama termasuk Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Iran. Ant
- norwegia
- oslo
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Antisipasi Sungai Kapuas Surut, Pertamina Tambah Armada Darat untuk Perkuat Distribusi BBM
-
Sempat Dihentikan Akibat Abu Vulkanik, Transjakarta Kembali Operasikan Lift dan Eskalator
-
Cari SIM Keliling di Jakarta Hari Selasa? Ini 5 Lokasi yang Bisa Didatangi
-
Harga Cabai Rawit Rp99.550/Kg, Telur Ayam Rp31.550/Kg
-
Jaringan Kereta Api Belanda Lumpuh akibat Dugaan Sabotase
-
Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Hingga Panen Maret 2027, Stok Bulog 5 Juta Ton Plus 10 Juta Ton HOREKA
-
Pantauan IQAir: Kualitas Udara di Kota Tangerang Masih Terkategori Baik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.