Klaten Dilanda Banjir Parah akibat Talud Rusak

Jumat, 06 Mar 2026, 08:10 WIB

KLATEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan selain tingginya intensitas hujan, banjir yang sempat menggenangi lima kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) juga diperparah oleh kerusakan talud sebagai penahan aliran sungai.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat (6/3), melaporkan hujan deras di daerah itu merusak talud sehingga terjadi luapan air yang mengakibatkan banjir menggenangi lima kecamatan pada Selasa (3/3).

Ket. Foto: Distribusi MBG bagi korban banjir di Klaten, Jateng. — Sumber: antara foto

Informasi dihimpun Direktorat Koordinator dan Pengendalian Operasi BNPB, 121 warga sempat mengungsi akibat kejadian ini, beberapa warga di antaranya menempati posko taktis yang disiapkan pemerintah daerah setempat di Balai Desa Cawas.

BNPB mengonfirmasi lebih dari seribu rumah terdampak, termasuk 13 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, 19 fasilitas ibadah, dan satu kantor kepolisian sektor.

Pada Rabu (4/3), banjir berangsur surut dan saat ini para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski tidak menjelaskan secara rinci terkait kondisi talud yang rusak, ia menyampaikan peristiwa tersebut patut menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat di Klaten.

Menurut dia, kesiapsiagaan harus diperkuat baik dari sisi personel, peralatan, maupun rencana kedaruratan, sehingga respons penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Selain itu, masyarakat bersama pemerintah daerah juga dapat melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan drainase, memeriksa kondisi talud dan tanggul di aliran sungai, serta memangkas dahan pohon yang rimbun guna mengurangi risiko pohon tumbang.

Ia menyebut hal ini penting menyusul potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama 5-7 Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.