Cetak 520 Hektare Sawah Baru, Tanjung Jabung Timur Pacu Swasembada

Jumat, 26 Jun 2026, 11:40 WIB

TANJUNG JABUNG TIMUR – Pencetakan sawah baru menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas kapasitas produksi pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi dan tekanan terhadap lahan pertanian.

Namun, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada pemilihan lokasi yang sesuai, kesiapan infrastruktur irigasi, serta pendampingan kepada petani.

Ket. Foto: Kabupaten Tanjung Jabung Timur segera mencetak sawah baru 520 hektare di tahun 2026. — Sumber: ANTARA/Agus Suprayitno.

Tanpa perencanaan yang matang, penambahan luas lahan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas, sehingga keberlanjutan program menjadi faktor penentu keberhasilan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur menyebutkan daerah itu segera mencetak sawah baru seluas 520 hektare guna mendukung program swasembada pangan nasional yang telah dituangkan di dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

"Pada 2026 ada 520 hektare, polanya dua tahap. Yang mengajukan dari pihak TNI melalui Kodim 0419 Tanjab," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Timur Sunarno di Muara Sabak, Jumat (26/6).

Ia menjelaskan kontrak penambahan lahan baru dilaksanakan selama dua tahap. Untuk tahap pertama seluas 103,12 hektare telah disetujui.

Diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan antara Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang dengan TNI-AD Komando Distrik (Kodim 0419/Tanjab).

Sementara itu, usulan penambahan cetak sawah tahap dua sekitar 417,51 hektare sejauh ini masih dalam proses finalisasi survei investigasi dan desain (SID) dari pihak Universitas Padjajaran (Unpad).

Menurut dia, meskipun realitas di lapangan menunjukkan lahan yang dipertahankan pemerintah mengalami penyusutan akibat dinamika ekonomi, ia tetap optimistis semangat masyarakat untuk mengembangkan sektor pangan masih tinggi.

Optimisme itu terus disuntik melalui dukungan masif pemerintah pusat. Sebagai contoh, tahun anggaran 2026 ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyalurkan bantuan benih varietas Inpari 32 sebanyak 104 ton guna memenuhi kebutuhan penanaman 3.371 hektare lahan di Tanjung Jabung Timur.

Pada tahun yang sama, petani mendapatkan bantuan tiga mesin pemanen padi dan jagung (Combine Harvester) serta 50 unit alat semprot otomatis (hand sprayer elektrik) melalui kelompok tani penerima manfaat.

Sunarno menambahkan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh keseriusan pada pencapaian dan mempertahankan swasembada pangan nasional.

Salah satu langkah taktis lainnya adalah dengan membentuk Brigade Pangan di tingkat daerah. Program ini didesain untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur sekaligus membangkitkan kembali roh gotong royong sebagai simbol kemandirian pangan nasional yang dikemas secara modern, produktif dan berkeadilan.

Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ATR/Kepala BPN, saat ini Tanjung Jabung Timur memiliki lahan baku seluas 10.512 hektare. Dengan tambahan lahan baru itu, pihaknya optimis produksi padi semakin meningkat dari tahun ke tahun.

"Wilayah kita ini memang sejak awal didesain sebagai lumbung pangan. Saat ini, lahan produktif yang baru dikelola secara optimal berkisar di angka lima ribu hektare, menjadikannya salah satu penyangga pangan utama di Provinsi Jambi," tutup dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.