Gejolak Timteng Tekan Pasar, Rupiah Hari Ini Kembali Melemah terhadap Dolar AS
Jumat, 06 Mar 2026, 17:55 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah ditutup melemah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.
Konflik tersebut mendorong pelaku pasar mengadopsi sikap risk-off, dengan mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS.
Kondisi ini memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, terutama ketika sentimen global lebih dominan dibandingkan faktor fundamental domestik dalam jangka pendek.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (6/3), bergerak melemah 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.925 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.905 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi konflik di Asia Barat/Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sehingga pembuat pasar keuangan global tetap waspada.
âPertempuran antara AS-Israel dengan Iran telah meningkat selama seminggu terakhir, dengan serangan rudal dan serangan balasan menyebar di seluruh wilayah dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global,â ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Harga minyak disebut mengalami kenaikan kuat karena konflik mengancam infrastruktur energi utama dan jalur pelayaran di Teluk. Lonjakan harga minyak mentah telah memicu kekhawatiran tentang gelombang inflasi global yang baru.
Keadaan ini dinilai mempersulit prospek bagi bank sentral global, termasuk Federal Reserve AS. Dia menerangkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
âInvestor kini mengalihkan perhatian mereka ke laporan data pekerjaan non-pertanian AS bulan Februari yang akan dirilis hari ini nanti, yang dapat memberikan sinyal baru tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter. Angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk menunda pemotongan suku bunga,â ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.919 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.886 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Singapura Tolak Pengenaan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Malaka
-
Trump Nilai Iran Sengaja Ulur Waktu Perundingan
-
Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem "Charging" Bus Listrik di Lahan Pemda
-
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global
-
Liga Inggris: Manchester United Selangkah Lagi Lolos ke Liga Champions Usai Tumbangkan Brentford
-
Pemprov Papua Tengah Usulkan 70 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM
-
Mengenang Zulmansyah Sekedang, Sosok Total dan Berdedikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.