BINA Lebaran 2026 Siap Ramaikan Pasar, Target Transaksi Rp53 Triliun
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 19:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Lonjakan transaksi saat program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi domestik.
Momentum menjelang hari raya biasanya memang mendorong masyarakat lebih aktif berbelanja, mulai dari kebutuhan pokok, fesyen, hingga produk lokal.
Program seperti BINA ikut memanfaatkan momen ini untuk mengajak masyarakat berbelanja produk dalam negeri, sehingga perputaran uang tetap beredar di pasar domestik.
Ketika transaksi meningkat, pelaku usaha—terutama UMKM—ikut merasakan dampaknya, mulai dari peningkatan penjualan hingga terbukanya peluang usaha baru di tengah ramainya musim belanja Lebaran.
Pemerintah menargetkan transaksi sebesar Rp53 triliun pada ajang Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang bergulir mulai 6 hingga 30 Maret 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya monitor BINA (Lebaran) targetnya sekarang Rp53 triliun, ini naik 20 persen dibandingkan (BINA Lebaran) tahun yang lalu (2025),” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran program tersebut di Jakarta, Jumat (6/3).
Menko Airlangga mengatakan BINA Lebaran diharapkan mampu menjadi salah satu pemicu konsumsi masyarakat dan perputaran ekonomi nasional di kuartal I tahun 2026 (Q1/2026), terlebih berada dalam momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri. Kemudian selanjutnya tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I. Kuartal I ini kami harus dongkrak, dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” ujar dia.
Airlangga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Q1/2025 terbilang cukup rendah, hanya sebesar 4,87 persen dari periode yang sama tahun 2024 (year-on-year/yoy).
“Tahun lalu tumbuhnya agak rendah. Kita sudah lihat inflasinya juga sudah relatif tinggi karena tahun lalu juga terjadi deflasi, karena kita memberikan subsidi 50 persen untuk listrik, kalau ini tidak. Jadi inflasi dibanding base lainnya naik, demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Airlangga berharap dengan adanya berbagai stimulus ekonomi bagi pekerja, tunjangan hari raya (THR) keagamaan, didukung dengan program belanja seperti BINA Lebaran 2026 dapat memuluskan target pemerintah mencapai pertumbuhan 5,5 persen pada Q1/2026.
“Kita berharap kuartal pertama ini bisa mencapai 5,5 persen. Dan saya lihat dari HIPPINDO (Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) maupun dari APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) mudah-mudahan penjualannya juga meningkat, dengan demikian Indonesia bisa memacu untuk pertumbuhan lebih tinggi di tahun 2026,” ujar Airlangga.
Sementara itu, BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6–30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan anggota APPBI di seluruh Indonesia, termasuk gerai di stasiun dan bandara.
Program itu menghadirkan beragam promosi dan berbagai aktivasi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!